Assad Klaim Gagalkan Upaya Penggulingan oleh Barat

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 21/08/2017 10:19 WIB
Assad Klaim Gagalkan Upaya Penggulingan oleh Barat Presiden Suriah Bashar al-Assad mengklaim telah menggalkan upaya negara-negara Barat untuk menggulingkannya. (Reuters/Omar Sanadiki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan pemerintahannya telah menggagalkan penggulingan yang hendak dilakukan oleh negara-negara Barat. Walau demikian, dia menegaskan bahwa perang yang telah berkecamuk selama enam tahun di sana masih belum selesai.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Assad mengatakan bahwa "peperangan terus berlanjut" meski sudah ada tanda-tanda kemenangan pemerintah dalam perang saudara di negaranya. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataannya tersebut.

Walau demikian, dia mengatakan perluasan bantuan oleh para sekutu, Rusia, Iran dan Hizbullah Libanon, memungkinkan pasukan pemerintahannya untuk memperoleh kemenangan di medan perang.


"Dukungan langsung mereka--secara politik, ekonomi dan militer--telah memungkinkan kemajuan lebih besar di medan perang dan mengurangi kerugian dana beban peperangan," kata Assad dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Minggu malam (21/8).

Assad bersumpah untuk berupaya melakukan serangan di daerah gurun pasir Suriah yang sangat luas, di mana ia didukung milisi sokongan Iran dan kekuatan udara Rusia sehingga bisa menekan kelompok teror ISIS di beberapa pusat pertahanan terbesarnya.

Pemerintah berharap bisa memanfaatkan upaya milisi yang didukung Amerika Serikat untuk menyerang ISIS di Deir al-Zor, pertahanan terbesar terakhirnya yang membentang luas hingga ke perbatasan dengan Irak.

Serangan ke arah timur ini sebelumnya tidak pernah terpikirkan saat Assad tampak sangat terancam. Karena itu, langkah ini menunjukkan betapa ia sudah semakin percaya diri. Sur
"Pasukan kami telah mencapai satu demi satu kemenangan setiap harinya untuk menumpas para terrois .... Kami akan terus menyerang para teroris hingga teroris terakhir yang ada di tanah Suriah," kata Assad.

(aal)