Kamar Penembak Las Vegas: Senapan Serbu, Kamera dan Catatan

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 08:36 WIB
Kamar Penembak Las Vegas: Senapan Serbu, Kamera dan Catatan Mandalay Bay Hotel menjadi sarang pelaku penembakan Las Vegas yang menewaskan 59 orang dan melukai 500 lainnya. (David Becker/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah foto yang bocor ke publik menunjukkan kamar hotel pelaku penembakan Las Vegas menyimpan senapan serbu yang dipasangi teleskop, lantai penuh selongsong peluru dan sebuah catatan yang tampaknya sengaja ditinggalkan di meja.

Sherrif Las Vegas Joseph Lombardo menyebut Stephen Paddock, laki-laki yang membunuh 59 orang dari lantai 32 Mandalay Bay Hotel, juga memasang kamera di kamarnya, termasuk salah satunya untuk memantau koridor menuju ruangan tersebut.

Lombardo mengatakan departemennya telah menginvestigasi foto-foto dari dalam dan luar kamar yang dipublikasikan oleh stasiun televisi Boston 25 dan majalah Jerman Bild.


Salah satu di antaranya menunjukkan sosok yang diduga jenazah penembak di samping dua senapan serbu yang dipasangkan pada bipod. Kaki dari sosok tersebut berada di samping meja yang di atasnya terdapat sebuah catatan dengan tulisan tangan.
Gambar lain dari tempat kejadian perkara menunjukkan klip amunisi yang ditumpuk dengan rapi dan sejumlah senapan lain yang ditumpuk di kursi.

Sebuah gambar di luar ruangan menunjukkan lubang peluru menembus pintu, kemungkinan terjadi saat Paddock menembaki petugas keamanan hotel di luar gedung dan mengenai salah seorangnya di bagian kaki.
[Gambas:Video CNN]
Lombardo mengatakan Paddock menembak dari jendela ke arah kerumunan 22 ribu orang di bawah yang sedang menghadiri konser musik country Minggu malam, selama kurang lebih sembilan menit secara keseluruhan.

Sebanyak 59 orang terkonfirmasi tewas dalam pembantaian itu dan sekitar 500 dirawat di rumah sakit karena luka dan cedera.
Lombardo mengatakan motif pelaku masih belum jelas. Paddock adalah seorang laki-laki berusia 64 tahun yang kerap berjudi dan mempunyai banyak properti, tak terkait dengan kelompok politik, radikal maupun kebencian.

Di luar ruangan, para penyidik menemukan kamera yang dipasang pada troli pelayan di koridor, memungkinkan Paddock melihat siapapun yang mendekati ruangan.

"Saya tidak tahu apakah ada transmisi. Tapi ada kamera yang dipasang," kata Lombardo.

(aal)