Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Salah satu bagian dari koalisi AS, berupaya menyabotase serangan udara pasukan Rusia terhadap militan ISIS.
Serangan yang disebut hendak disabotase itu terjadi di Deir al-Zor pada akhir September lalu. Dalam operasi tersebut, Rusia kehilangan salas satu jenderalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Atau memang mereka sengaja melakukan provokasi berdarah terhadap pasukan kami.” ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar Saudi Asharq al-Awsat yang dikutip AFP.
Selama beberapa tahun terakhir, militer Rusia dan AS memiliki kepentingan di Suriah.
Lihat juga:Jenderal AS: Kami Akan Bunuh al-Baghdadi |
Sementara itu, pasukan AS melangsungkan operasi militernya untuk mendampingi dan melatih pasukan lokal dalam perang memberantas ISIS.
Menlu Rusia Sergei Lavrov. (REUTERS/Maxim Shipenkov) |
Di sisi lain, Moskow berkeras membantah insiden itu.
Sepekan sebelumnya, pasukan SDF mengatakan enam pasukannya terluka akibat serangan udara rezim Suriah yang dibantu pasukan Rusia di Al-Sinaaiya, 7 kilometer dari tepi timur Sungai Efrat.
Moskow pun sempat mengancam melakukan pembalasan setelah menuduh SDF menembaki militer Suriah di wilayah yang sama beberapa waktu lalu.
Pasukan koalisi AS dan militer Rusia-Suriah akhirnya sepakat membuat zona tanpa konflik di timur laut Suriah guna mencegah bentrokan.
Dia juga menyerukan pencabutan sanksi terhadap rezim Assad yang selama ini disebut menggunakan senjata kimia untuk memberantas kelompok pemberontak. Langkah itu dinilai bisa membantu percepatan pemulihan di negara itu.
(aal)
Menlu Rusia Sergei Lavrov. (REUTERS/Maxim Shipenkov)