Rusia Tuduh Koalisi AS Sabotase Serangan Udara di Suriah

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 11:45 WIB
Menlu Rusia menuduh pasukan koalisi AS melakukan Ilustrasi serangan udara Rusia di Suriah. (REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kremlin menuduh pasukan koalisi Amerika Serikat melakukan "provokasi berdarah" terhadap tentara Rusia di Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Salah satu bagian dari koalisi AS, berupaya menyabotase serangan udara pasukan Rusia terhadap militan ISIS.

Serangan yang disebut hendak disabotase itu terjadi di Deir al-Zor pada akhir September lalu. Dalam operasi tersebut, Rusia kehilangan salas satu jenderalnya.


“Aktivitas pasukan yang dipimpin AS menimbulkan banyak pertanyaan. Dalam beberapa kasus, koalisi itu secara tidak langsung malah mendukung kelompok teroris lainnya untuk untuk meyerang posisi strategis yang secara sah telah dikontrol oleh Damaskus,” kata Lavrov, Rabu (4/10).

“Atau memang mereka sengaja melakukan provokasi berdarah terhadap pasukan kami.” ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar Saudi Asharq al-Awsat yang dikutip AFP.

Selama beberapa tahun terakhir, militer Rusia dan AS memiliki kepentingan di Suriah.
Militer Rusia mendasari kehadirannya selama ini untuk membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad menumpas pemberontak di Suriah.

Sementara itu, pasukan AS melangsungkan operasi militernya untuk mendampingi dan melatih pasukan lokal dalam perang memberantas ISIS.
Menlu Rusia Sergei LavrovMenlu Rusia Sergei Lavrov. (REUTERS/Maxim Shipenkov)
Tak jarang, koalisi kedua negara itu saling bentrok dalam meluncurkan operasi di Suriah. Awal Maret lalu, Washington menyebut pasukan pemberontak yang mereka dukung terkena serangan udara salah sasaran koalisi Rusia-Suriah

Di sisi lain, Moskow berkeras membantah insiden itu.
Pasukan SDF juga menuding koalisi Rusia-Suriah menyerang salah satu fasilitas gas yang berhasil direbut aliansi militan Kurdi dan Arab itu dari ISIS, beberapa hari sebelumnya.

Sepekan sebelumnya, pasukan SDF mengatakan enam pasukannya terluka akibat serangan udara rezim Suriah yang dibantu pasukan Rusia di Al-Sinaaiya, 7 kilometer dari tepi timur Sungai Efrat.

Moskow pun sempat mengancam melakukan pembalasan setelah menuduh SDF menembaki militer Suriah di wilayah yang sama beberapa waktu lalu.

Pasukan koalisi AS dan militer Rusia-Suriah akhirnya sepakat membuat zona tanpa konflik di timur laut Suriah guna mencegah bentrokan.
"Saat ini, seluruh pihak harus mengabaikan ambisi geopolitiknya dan berkontribusi penuh terhadap pemulihan stabilitas dan keamanan Suriah, Timur Tengah, dan Afrika Utara secara menyeluruh," kata Lavrov.

Dia juga menyerukan pencabutan sanksi terhadap rezim Assad yang selama ini disebut menggunakan senjata kimia untuk memberantas kelompok pemberontak. Langkah itu dinilai bisa membantu percepatan pemulihan di negara itu.

(aal)