Juru bicara Pengadilan Spanyol mengatakan, Pengadilan Nasional di Madrid pun memanggil Trapero dan tiga tersangka lainnya untuk hadir dalam persidangan yang akan digelar Jumat (6/10) mendatang.
Ketiga tersangka ini diketahui terdiri dari dua kelompok sipil pro-kemerdekaan Catalan, yakni Jordi Cuixart dari Omnium Cultural dan Jordi Sanchez dari Majelis Nasional Catalan (ANC), juga anggota polisi senior Catalan, Teresa Laplana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan AFP, nasionalis Catalan pun merespons tindakan keras itu dengan amarah. Kepolisian Catalan dianggap gagal melakukan intervensi sehingga kerusuhan pun pecah dan referendum tetap berjalan.
Dalam hukum pidana Spanyol, kejahatan penghasutan pemberontakan bisa dihukum hingga 15 tahun penjara terutama jika tindakan itu dilakukan oleh aparat keamanan.
Setelah referendum pemisahan diri Catalonia digelar pada akhir pekan lalu, ketegangan antara wilayah itu dan pemerintah pusat kian terpuruk.
Perdana Menteri Mariano Rajoy berkeras menolak hasil referendum yang dianggapnya tidak sah karena tak sesuai konstitusi itu. Dia bahkan menilai warga Catalan tengah dibodohi oleh referendum yang hanya ingin memecah belah bangsa.
Meski begitu, Rajoy juga mendapat kritikan dan kecaman dari sejumlah pihak lantaran aparatnya dituduh melakukan tindakan represif selama referendum berlangsung hingga melukai ratusan orang.