Provinsi di Kanada Larang Penggunaan Cadar

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 14:45 WIB
Provinsi di Kanada Larang Penggunaan Cadar Ilustrasi. (AFP Photo/Torsten Blackwood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Provinsi Quebec, Kanada, mengesahkan undang-undang yang melarang penggunaan cadar atau burqa, kemarin. Aturan ini mulai berlaku secara efektif pada 1 Juli 2018 mendatang.

Larangan penggunaan cadar dan penutup wajah ini berlaku bagi warga terutama yang bekerja di sektor publik, seperti pegawai negeri, guru, polisi, dan karyawan rumah sakit.

"Melayani dan menerima fasilitas publik harus dilakukan dengan wajah terbuka karena alasan keamanan komunikasi dan identifikasi. Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda. Sederhana," kata perdana menteri negara bagian itu, Philippe Couillard, Kamis (19/10).


Undang-undang tersebut masih memungkinkan pengecualian penggunaan cadar dalam keadaan tertentu, meski tak memberikan rincian.
Ketika ditanyai tanggapan mengenai aturan ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan dirinya akan terus memastikan bahwa seluruh hak warganya terlindungi oleh piagam HAM negara itu.

Pengesahan aturan ini pun memicu kritikan sejumlah kelompok pemerhati HAM yang selama ini menganggap ekstremis sayap kanan dan beberapa media lokal berupaya menargetkan minoritas Muslim di Quebec dalam beberapa tahun terakhir.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan pihaknya sangat prihatin dan kecewa terkait pelegalan undang-undang tersebut. Komite tersebut berencana mencari upaya hukum untuk menentang aturan tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan dan dibiarkan," kata direktur eksekutif dewan tersebut, Ihsaan Gardee, seperti dikutip Reuters.
Sentimen Islamofobia memang dilaporkan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Kanada dan sejumlah negara Barat lainnya, seiring dengan maraknya serangan teror yang mengatasnamakan Islam dan umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Insiden tewasnya enam orang dalam penembakan di salah satu masjid di Quebec pada Januari pun menguatkan besarnya sentimen Islamofobia di negara Amerika Utara itu.

Quebec sendiri bukan wilayah pertama yang mengeluarkan larangan penggunaan cadar yang kerap dikenakan perempuan Muslim ini. Sejumlah negara di Eropa seperti Belgia, Perancis, Belanda, dan Jerman bahkan telah lebih dulu menerapkan aturan serupa.