Kemlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa di Irak dan Iran

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 12:31 WIB
Kemlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa di Irak dan Iran Gempa merusak sebuah toko di Halabja, Irak, Minggu (12/11). ( Osama Golpy/Rudaw/Social Media/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementeriaan Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga Indonesia (WNI) menjadi korban gempa yang mengguncang Irak dan Iran pada Minggu (12/11) waktu setempat. Gempa Iran-Irak berkekuatan 7.3 skala richter itu menewaskan setidaknya 145 orang. Pusat gempa Iran-Irak terjadi di Kota Halabja, sekitar 350 kilometer sebelah utara Baghdad, dekat perbatasan Iran sekitar pukul 21.20 waktu setempat.

“Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI menjadi korban,” kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, saat dikonfirmasi pada Senin (13/11).

[Gambas:Video CNN]


Data Kemlu RI menunjukan terdapat 295 WNI tinggal di Iran dan 700 WNI menetap di Irak. Konsentrasi WNI terdekat berada di Sylaymaniah, wilayah otonomi Kurdistan, Irak, sekitar 100 kilometer dari pusat gempa Iran-Irak, yaitu Kota Halabja, Irak. Sebagian besar WNI bekerja sebagai TKI penata laksana rumah tangga. Sekitar 11 orang bekerja sebagai tenaga paramedis.

Kemlu RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran dan Baghdad terus memantau perkembangan situasi pasca gempa di Iran dan Irak.

“Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran dan KBRI Baghdad terkait hal ini,” kata Arrmanatha.
Seperti dilansir Reuters, sekitar 141 orang tewas dan 850 lainnya terluka di Iran. Provinsi Kermanshah menjadi wilayah yang paling terdampak gempa di mana sekitar 97 terluka akibat bencana itu. 

Rumah sakit utama di kota yang berjarak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Irak itu pun dilaporkan rusak parah dan kesulitan merawat ratusan orang terluka.

Adapun di Irak, empat tewas dan 50 lainnya terluka di wilayah Kurdi.

Selain bangunan publik, aliran listrik di sejumlah kota di Irak dan Iran juga dilaporkan terputus akibat gempa. Ribuan warga di sejumlah kota pada kedua negara itu pun dilaporkan memaksakan diri mengungsi di luar rumah karena khawatir akan ada gempa susulan.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan pusat gempa berada sekitar 350 kilometer di utara Baghdad.

Pasca gempa yang dirasakan di Iran dan Irak, Organisasi Meteorologi Irak pun merilis peringatan melalui Televisi Negara agar warga menghindari bangunan tinggi dan tidak menggunakan lift.

Tak hanya Iran dan Irak, gempa juga dilaporkan terasa hingga Pakistan, Libanon, Kuwait, dan Turki. (nat)