Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Irak

CNN, CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 05:30 WIB
Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Irak Kuburan massal tempat bersemayam jasad warga sipil yang dieksekusi oleh ISIS telah ditemukan di provinsi Kirkuk, Irak. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuburan massal tempat bersemayam jasad warga sipil yang dieksekusi oleh ISIS telah ditemukan di provinsi Kirkuk, Irak. Namun, saat ini wilayah tersebut sedang dalam sengketa.

Dikutip dari CNN, Pemerintah Irak menggelar konferensi pers di lokasi kuburan massal itu, yang ditemukan di daerah al-Bakara, sekitar 3 kilometer sebelah utara kota Hawija. Gubernur Kirkuk Rakan Saeed mengatakan, daerah itu merupakan basis tentara Amerika sebelum tahun 2011.

"Kami berdiri di sini, dimana setidaknya 400 warga sipil dikubur, beberapa di antara mereka masih menggunakan seragam tawanan warna merah, dan dieksekusi secara brutal oleh ISIS," katanya, Minggu (12/11).



Kolonel Murtada Abbas dari Brigade ke-60 militer Irak mengatakan bahwa para saksi eksekusi ISIS membawa mereka ke kuburan massal tersebut.

Saad Abbas al-Nuaimi, seorang gembala di daerah tersebut, mengatakan kepada CNN bahwa dia melihat anggota ISIS membawa kendaraan pengangkut penuh dengan warga sipil ke lokasi tersebut dan mengeksekusi mereka. Dia mengatakan ada lima kuburan massal di daerah al-Bakara.

Gubernur Kirkuk meminta Pemerintah Irak dan Komisi Hak Asasi Manusia untuk datang ke lokasi kuburan massal dan melakukan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi para korban.

Kirkuk adalah sebuah provinsi kaya minyak di bagian utara Irak. Pasukan ISIS mengusir militer Irak dari ibu kota Kirkuk pada tahun 2014. Setelah itu, pasukan Kurdi pada gilirannya mendorong ISIS keluar dari kota, yang kemudian dikuasai selama lebih dari dua tahun.


Pemerintah Irak memerintahkan pasukan Kurdi untuk menyerahkan kota tersebut. Ketika orang-orang Kurdi menolak, militer Irak masuk dan menguasai kota tersebut pada pertengahan Oktober.

Pengambilalihan Kirkuk diperintahkan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, yang meminta pasukan Peshmerga Kurdi untuk bekerja sama dengan mereka.

Perintahnya datang beberapa minggu setelah referendum kemerdekaan Kurdi mengklaim Kirkuk sebagai wilayah mereka. (gir/gir)