"Pengunduran diri Robert Mugabe adalah momen bersejarah bagi Zimbabwe. Zimbabwe memiliki kesempatan luar biasa untuk menentukan jalur baru," ujar Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, sebagaimana dikutip AFP.
Pernyataan ini disampaikan setelah Ketua Parlemen Zimbabwe, Jacob Mudenda, membacakan surat pengunduran diri Mugabe tak lama usai partai berkuasa, ZANU-PF, memulai proses pemakzulan sang presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Tillerson berharap pengambilalihan militer dan sikap partai berkuasa yang sempat berwacana memakzulkan Mugabe tidak menutup pintu demokrasi, justru membuka ruang untuk reformasi.
Tillerson juga berharap para pemimpin Zimbabwe dapat mulai memikirkan reformasi politik dan ekonomi agar masa depan masyarakat nantinya lebih stabil.
Menurut Tillerson, salah satu cara mencapai kestabilan politik adalah dengan menggelar pemilihan umum yang adil dan terbuka.
"Bagaimana pun rancangan pemerintahan sementara mereka, harus mengarah pada pemilihan umum yang bebas dan adil. Rakyat Zimbabwe harus memilih pemimpin mereka sendiri," ucap Tillerson.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, partai berkuasa, ZANU-PF, menyebut bahwa jabatan presiden Zimbabwe akan diisi oleh eks Wakil Presiden, Emmerson Mnangagwa, yang sempat dipecat oleh Mugabe.
Patrick Chinamasa, sekretaris hukum partai, mengatakan kepada Reuters bahwa Mnangagwa akan dilantik sebagai presiden para Rabu hari ini (22/11) atau Kamis esok.
Secara terpisah, Kepala Disiplin ZANU-PF, Lovemore Matuke, mengatakan kepada Reuters bahwa Mnangagwa menjalani sisa masa jabatan Mugabe hingga pemilu yang akan datang, dijadwalkan pada September 2018. (has)