AS Setop Pencarian Tiga Korban Pesawat Militer Jatuh

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 24/11/2017 14:49 WIB
AS Setop Pencarian Tiga Korban Pesawat Militer Jatuh Kapal Induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan (CVN 76). Pesawat militer C-2 Greyhound dari Okinawa menuju kapal induk USS Ronald Reagan jatuh di perairan Filipina. (STR/JIJI PRESS/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Laut Amerika Serikat menghentikan operasi pencarian tiga personelnya yang hilang setelah pesawat militer C-2 Greyhound yang mereka tumpangi jatuh di dekat Pulau Okinawa, Jepang, di lepas Pantai Filipina. Saat kejadian pesawat berawak 11 orang itu lepas landas dari Okinawa menuju kapal USS Ronald Reagan (CVN-76).

Selama dua hari terakhir, operasi pencarian melibatkan tujuh kapal angkatan laut AS dan angkatan pertahanan Jepang, serta tiga helikopter skuadron dan pesawat patroli maritim.

Delapan dari 11 penumpang pesawat Greyhound C-2 itu berhasil diselamatkan tak lama setelah insiden terjadi pada Rabu (22/11) sore waktu setempat.
"Delapan kru pesawat saat ini dalam kondisi baik. Rasa duka cita dan doa kami bagi rekan serta keluarga yang kehilangan. Kami berterima kasih kepada para tim atas respons dan penanganan yang efektif untuk menyelamatkan delapan kru kapal tersebut," bunyi pernyataan Angkatan Laut AS pada Jumat (24/11).


Diberitakan AFP, pesawat militer Greyhound C-2 dilaporkan jatuh sekitar pukul 14.45 waktu setempat saat hendak terbang mendekati kapal induk USS Ronald Reagan (CVN-76) yang tengah beroperasi di Laut Filipina.

Pesawat yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade itu biasanya dikerahkan untuk mengangkut personel,dokumen, dan barang dari darat menuju kapal-kapal militer yang tengah berlayar di tengah samudra.

Insiden ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi pada Armada Ketujuh Angkatan Laut AS di Samudera Hindia dan bagian barat Samudra Pasifik. 
Pada Agustus lalu, kapal perang perusak USS John S McCain bertabrakan dengan kapal tanker minyak di dekat perairan Singapura yang menewaskan 10 orang.

Kapal perang USS Fitzgerald yang bertabrakan dengan kapal kontainer pada Juni lalu hingga menewaskan tujuh personel angkatan laut.

Kedua kecelakaan itu pun menyebabkan delapan perwira tinggi angkatan laut termasuk komandan tertinggi Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat dicopot dari jabatannya. (nat)