Berkedok Burka, Kelompok Taliban Serang Kampus di Pakistan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 17:55 WIB
Berkedok Burka, Kelompok Taliban Serang Kampus di Pakistan Ilustrasi akibat serangan kelompok Taliban ke institusi pendidikan. (AFP PHOTO / ABDUL MAJEED)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pria diduga dari kelompok Taliban menyerang sebuah kampur pertanian di Peshawar, Pakistan, Jumat (1/12).

Modus teror di Institut Pelatihan Agrikultur tersebut, para penyerang memasuki kampus dengan berkamuflase menggunakan burka atau hijab yang menutupi seluruh kepala dan wajah kecuali mata.

Seperti dilansir dari Reuters, sembilan orang tewas dan 35 luka-luka akibat serangan tersebut.



Militer melaporkan bekerja sama dengan kepolisian berhasil memburu para penyerang. Dalam penyerbuan dua jam setelah teror di kampus, disebut seluruh penyerang itu tewas.

Kepala kepolisian Peshawar, Tahir Khan, mengatakan kejadian bermula saat sekelompok pria bersenjata memasuki kampus menggunakan becak otomatis dan menyamar sebagai sekelompok perempuan yang mengenakan burqa.

Setibanya di dalam kampus, mereka kemudian melepaskan tembakan-tembakan di dalam kampus yang juga menyatu dengan asrama pelajar itu.

Para pria itu pun menembaki sejumlah petugas penjaga secara membabi-buta sebelum memasuki halaman kampus.

Seorang mahasiswa yang terluka akibat serangan itu, Ahteshan ul-Haq, mengatakan asrama kampus menampung hampir 400 pelajar. Namun, sambungnya, sebagian besar pelajarnya tengah pulang ke kampung halaman masing-masing karena libur akhir pekan yang panjang.

Saat insiden terjadi, ul-Haq mengatakan, sekitar 120 mahasiswa masih berada di kampus tersebut.

"Kami sedang tidur saat mendengar serangkaian tembakan. Saya terbangun dan dalam beberapa detik semua orang berlari dan berteriak 'Taliban menyerang'," katanya dikutip Reuters.

Direktur rumah sakit Hayatabad Medical Complex, Shehzad Akbar, melaporkan enam orang tewas karena luka tembakan dan 18 lainnya masih mendapat perawatan intensif.

Sementara itu, Rumah Sakit Khyber menangani tiga korban lainnya yang tewas dan merawat 17 orang yang terluka akibat kejadian itu.


Taliban mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Juru bicara Taliban, Mohammad Khorasani mengatakan dalam serangan itu sebetulnya kelompoknya telah menargetkan sebuah rumah aman Agen Intelijen Militer Pakistan.

Selama ini, Taliban telah menjadi ancaman keamanan tak hanya di Afghanistan, tapi juga Pakistan.

Pada Desember 2014 lalu, Taliban menyerang sebuah sekolah militer publik di Peshawar dan menewaskan 134 anak. Serangan itu merupakan yang paling mematikan dalam sejarah Pakistan.

Sementara di Afghanistan, polisi, tentara, dan militer asing kerap menjadi incaran serangan Taliban.

Selama ini, kelompok pemberontak Taliban baik di Afghanistan maupun di Pakistan itu berupaya menggulingkan pemerintahan dan menerapkan hukum Islam di masing-masing negara.

Meski bertujuan sama, Taliban Afghanistan dan Taliban Pakistan tidak terlalu memiliki kedekatan yang erat antara satu dan lainnya. (kid/kid)