'Dideportasi' UEA, Mantan PM Mesir Masih Berniat Jadi Capres

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 04/12/2017 16:36 WIB
'Dideportasi' UEA, Mantan PM Mesir Masih Berniat Jadi Capres Mantan PM Mesir Ahmed Shafik menyatakan masih berniat untuk maju dalam pemilu presiden tahun depan. (REUTERS/Jumana El Heloueh/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafik, yang selama ini tinggal di Uni Emirat Arab  dan sempat dikabarkan dideportasi tiba-tiba muncul di Kairo pada Minggu waktu setempat (4/12). Shafik yang membantah dirinya diculik atau dideportasi itu mengumumkan niat untuk maju dalam pemilihan presiden, menantang petahana Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam pilpres tahun depan.

Komentar Shafik yang disiarkan televisi swasta Kairo itu dilontarkan sehari setelah keluarganya menyatakan ia sempat digiring dari rumahnya di UEA dan dideportasi ke Mesir, di mana mereka hilang kontak hingga Minggu malam.

Mantan kepala angkatan udara dan menteri pemerintahan itu dipandang para pengamat sebagai kandidat penantang terkuat  Presiden Al-Sisi yang diperkirakan akan kembali maju dalam pemilihan tahun depan.


Detail mengenai apa yang terjadi kepada Shafik dalam rentang waktu di antara kepergiannya dari UEA pada Sabtu dan deklarasi pada Minggu malam masih belum jelas. Pengumuman niat untuk maju dalam pemilu dibuatnya secara mengejutkan dari Uni Emirat pada pekan lalu.

"Hari ini, saya berada di sini di negara ini, jadi saya bebas untuk menjelaskan lebih jauh mengenai masalah ini, untuk menggali dan berbicara dengan orang-orang di jalanan," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters.

"Sekarang ada kesempatan untuk menginvestigasi lebih lanjut dan melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan ... untuk merasakan apakah ini adalah keputusan yang logis."
Wawancara dengan Dream TV yang dikutip Reuters itu merupakan penampilan publik pertama Shafik sejak meninggalkan Uni Emirat Arab pada Sabtu. Keluarganya sempat khawatir dia "diculik," sementara sejumlah menyebutnya dijemput otoritas Mesir di bandara Cairo.

Shafik menampik laporan yang menyebutnya diculik.

Pengacara Shafik, Dina Adly, melalui Facebook menyatakan dirinya sempat menemui sang klien di sebuah hotel di Cairo dan dia tidak terlibat dalam kasus apapun. Dia tidak mengonfirmasi apakah Shafik bisa meninggalkan hotel atau pergi ke luar negeri.

"Saya bertemu dengan Shafik satu jam lalu di salah satu hotel di New Cairo dan mengonfirmasi dia dalam keadaan sehat," kata Adly, merujuk pada sebuah wilayah suburban di Cairo.
"Dia mengonfirmasi berada dalam keadaan sehat dan tidak menjadi subjek dalam investigasi apapun."

Otoritas UAE telah mengonfirmasi Shafik telah pergi ke luar negeri tapi tidak menjelaskan detail.

Seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan "kami tidak tahu apa-apa soal Shafik. Kami tidak menahannya dan kami tidak menerima permintaan penahanan dari jaksa atau memulangkan dia."

(aal)