Pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu kepada Reuters, Selasa (5/12), mengatakan klaim pemberontak Houthi soal peluncuran peluru kendali ke Abu Dhabi menunjukkan "betapa perang ini mengganggu stabilitas kawasan dan bagaimana rezim Iran mengeksploitasi perang untuk ambisi politiknya sendiri.
Sementara itu, sejumlah analis mengatakan kematian Saleh bakal jadi dorongan moral untuk pemberontak Houthi yang beraliansi dengan Iran. Alasannya, Saleh telah berpindah haluan dan meninggalkan Houthi untuk membela koalisi pimpinan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Hadi yang diakui masyarakat internasional sempat diusir dari Sanaa oleh aliansi Houthi-Saleh sebelum mantan presiden itu membelot ke Saudi.
Pembelotan Saleh sempat diharapkan menjadi titik balik dalam pertempuran melawan pemberontak Houthi dan mengakhiri blokade Saudi yang membuat jutaan orang terancam kelaparan serta penyakit. Namun, harapan itu kini sirna.
Sejumlah sumber di kelompok bersenjata Houthi mengatakan pasukannya menghentikan kendaraan lapis baja yang ditumpangi Saleh menggunakan granat berpeluncur roket sebelum mengeksekusinya.
[Gambas:Video CNN]
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan jenazah Saleh yang bersimbah darah muncul dari balik selimut merah dan diangkut ke bak truk. Peristiwa ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah ia mengakhiri aliansi dengan Houthi setelah tiga tahun berperang melawan koalisi Saudi.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, pemimpin Houthi Abdul Malek al-Houthi menyebut peristiwa ini sebagai kemenangan melawan blok pimpinan Saudi, mengucapkan selamat kepada warga Yaman atas "hari bersejarah yang sangat baik di mana konspirasi pengkhianatan telah gagal."
Lihat juga:Kronologi Tewasnya Mantan Presiden Yaman |
(aal)