Telepon Abbas, Trump Pastikan Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 06/12/2017 00:55 WIB
Telepon Abbas, Trump Pastikan Pemindahan Kedubes ke Yerusalem Presiden Donald Trump menelepon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk memberi kabar mengenai pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump menelepon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk memberi kabar mengenai pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, daerah yang selama ini menjadi sengketa.

“Presiden Mahmoud Abbas menerima panggilan telepon dari Presiden AS, Donald Trump, untuk memberi tahu Presiden mengenai keinginannya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah, Selasa (5/12).

Namun, dalam pernyataan resmi tersebut, Rdainah tak menjabarkan lebih lanjut detail pembicaraan Trump dan Abbas, termasuk waktu pemindahan kedubes tersebut.
Rdainah hanya mengatakan, Abbas menanggapi kabar tersebut dengan mengingatkan Trump bahwa rencana tersebut dapat merusak upaya damai antara Israel dan Palestina.


“Presiden Abbas memperingatkan konsekuensi berbahaya dari keputusan tersebut yang bisa mengancam proses perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan dunia,” kata Rdainah, sebagaimana dikutip Reuters.

Isu pemindahan kedubes AS ini menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.

Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967 silam. Mereka kemudian mencaplok daerah tersebut, tapi tak diakui oleh masyarakat internasional.
Untuk menyatakan sikap penolakan tersebut, tak ada negara asing yang mendirikan kantor perwakilannya untuk Israel di Yerusalem.

Sebagian besar negara di dunia menganggap status akhir Yerusalem merupakan masalah kunci untuk menyelesaikan negosiasi damai dengan Palestina.

Meski demikian, pada Oktober 1995, Kongres AS meloloskan hukum untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun hingga saat ini, tak ada satu pun presiden AS yang menerapkan hukum itu. (has/has)