Dalam pernyataannya di konferensi diplomatik Yerusalem, Netanyahu justru fokus menjabarkan hubungan Israel selama ini dengan sejumlah negara di Timur Tengah, kecuali Iran. Dia menganggap Iran sebagai "rezim agresif" yang berupaya memiliki senjata nuklir dan ingin membangun jembatan penghubung negara itu dengan sekutunya di Laut Mediterania.
"Israel memiliki hubungan dengan hampir setiap negara di kawasan yang tidak secara formal mengakui negara kami, karena kepentingan ekonomi dan keamanan," kata Netanyahu sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan sebagian besar negara di Timur Tengah karena riwayat penjajahan dan konflik panjangnya dengan Palestina.
Dalam pidato 21 menit tersebut, Netanyahu juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan AS, yang selama ini merupakan sekutu terdekatnya.
Namun, dia tetap tidak menyinggung rencana Presiden Donald Trump memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Tel Aviv ke Yerusalem, menandakan pengakuan kota itu sebagai ibu kota Israel.
Sampai saat ini, Israel belum memberi tanggapan resmi terkait rencana AS yang dianggap bisa memperkeruh konflik di Timur Tengah itu.
(aal)