Palestina Minta Dukungan Indonesia Jadikan Yerusalem Ibu Kota

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 05/12/2017 12:35 WIB
Palestina Minta Dukungan Indonesia Jadikan Yerusalem Ibu Kota Duta Besar Terpilih Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun dalam pembukaan Seminar “Memberdayakan Rakyatnya, Memperkuat Negaranya: Konsistensi Dukungan Indonesia terhadap Palestina dalam Bidang Kerja Sama Teknis” di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (5/12). (CNN Indonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta besar terpilih Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, meminta pemerintah Indonesia terus mendukung negaranya meraih kemerdekaan penuh dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota di masa depan.

“Sebagai saudara dan sesama negara Muslim, kami meminta dan berharap pemerintah Indonesia mendukung serta memastikan perdamaian dan kemerdekaan bisa diraih Palestina, di mana Yerusalem akan menjadi ibu kota masa depan kami,” tutur Al Shun dalam pidatonya di seminar internasional soal Palestina di Jakarta, Selasa (5/11).

Permintaan itu diutarakan Al Shun menyusul kabar Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota itu.


Kabar itu kembali mencuat sementara Presiden AS Donald Trump dikejar tenggat waktu memutuskan apakah akan menandatangani penangguhan undang-undang relokasi kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem untuk enam bulan ke depan.

UU tersebut telah disahkan Kongres sejak 1995 lalu, tapi selama ini setiap presiden AS selalu mengeluarkan perintah penangguhan pemindahan kedubes tersebut demi menghindari memburuknya konflik di Timur Tengah.

“Dan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu adalah perubahan sikap AS yang sangat radikal terkait isu ini. Kami meminta dunia internasional untuk menanggapi sikap ini sebelum terlambat,” kata Al Shun.
Al Shun juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Indonesia karena menjadi salah satu negara vokal yang terus mendukung Palestina meraih kemerdekaan penuh.

“Sejak 2008, Indonesia terus menyalurkan bantuan teknis yang mendorong pembangunan di Palestina, seperti pembangunan kapasitas dan infrastruktur melalui kerangka kemitraan strategis Asia-Afrika. Bantuan ini sangat membantu Palestina dalam berbagai sektor,” ujar Al Shun.
Palestina Minta Dukungan Indonesia soal YerusalemDubes terpilih Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (kedua kanan) bersama Menlu RI Retno Marsudi (kedua kiri). (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Sementara itu, Indonesia mengungkapkan keprihatinannya terkait perubahan sikap AS tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa merusak proses perdamaian antara Israel-Palestina yang telah diupayakan selama bertahun-tahun.

Retno juga mengatakan telah memanggil duta besar AS untuk RI, Jospeh R Donovan, dan berupaya berkomunikasi dengan Menlu Rex Tillerson untuk meminta kejelasan terkait rencana Negeri Paman Sam tersebut.
“Kepemimpinan dan kebijaksanan AS sangat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik ini,” kata Retno.

“Indonesia menyerukan seluruh negara untuk mematuhi resolusi internasional tahun 1976 terkait legalitas status Yerusalem yang selama ini dianggap sebagai bagian integral dari wilayah Palestina."

Selain Indonesia, Mesir juga menyatakan dukungannya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dubes Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad, mengatakan isu kemerdekaan Palestina akan terus menjadi prioritas pemerintahnya.

“Hubungan Mesir dan Palestina telah berakar dalam sejarah. Mesir telah banyak berperang untuk memastikan hak rakyat Palestina ditegakkan,” kata Moawad.

(aal)