Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden AS Donald Trump untuk berterima kasih atas bantuannya. Kremlin menyatakan informasi itu membantu mencegah serangan bom di sebuah gereja katedral di kota tersebut dan sejumlah lokasi lainnya.
Gedung Putih tidak mengungkapkan detail rencana serangan itu sendiri, tapi menyatakan bahwa serangan tersebut "bisa menewaskan banyak orang" seandainya terjadi. Kedua pihak tidak mengidentifikasi siapa pelaku yang merencanakan serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan antara Washington dan Moskow merenggang karena perbedaan suara soal perang di Ukraina dan Suriah, meski Trump telah bersumpah akan memperbaiki hubungan antara kedua negara, ketika masih berkampanye dulu.
Hubungan itu diperumit oleh dugaan AS yang menyebut Rusia ikut campur dalam pemilihan umum untuk membantu Trump terpilih sebagai presiden. Kremlin telah berulang kali menampik tudingan tersebut.
Panggilan telepon antara Trump dan Putin yang dilaporkan Reuters ini setidaknya merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir. Pada Kamis, Putin dan Trump berbicara soal krisis di Korea Utara.
St Petersburg pernah diguncang serangan teror di pertengahan tahun ini. (REUTERS/Anton Vaganov) |
Gedung Putih menyatakan penggagalan serangan tersebut menunjukkan apa yang bisa dilakukan Moskow dan Washington jika kedua negara berpengaruh di dunia itu bekerja sama.
Sejumlah media Rusia melaporkan pada pekan lalu bahwa Badan Keamanan Federal telah menangkap sejumlah anggota ISIS yang berencana melakukan serangan bom bunuh diri di Katedral Kazansky pada Minggu.
Donald Trump (kanan) berjanji akan memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Putin (kiri). (REUTERS/Carlos Barria) |
Putin menyatakan Rusia akan memperingatkan otoritas AS jika menerima informasi soal rencana serangan di Negeri Paman Sam, kata Kremlin.
Polisi Rusia juga menangkap sejumlah tersangka dalam serangan di negara pecahan Soviet berpenduduk mayoritas Islam di Asia.
(aal)
St Petersburg pernah diguncang serangan teror di pertengahan tahun ini. (REUTERS/Anton Vaganov)
Donald Trump (kanan) berjanji akan memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Putin (kiri). (REUTERS/Carlos Barria)