Mereka adalah empat dari 30 mantan penduduk daerah Kilju, area di Korea Utara yang dekat dengan situs uji coba nuklir Punggye-ri. Keempat orang tersebut diperiksa oleh pemerintah Korsel sejak Oktober, sebulan setelah Korut melakukan pengetesan nuklirnya yang keenam, kata juru bicara Kementerian Unifikasi, Baik Tae-hyun, dikutip Reuters pada Rabu (27/12).
Mereka terpapar radiasi antara Mei 2009 dan Januari 2013, dan mereka membelot ke Korsel sebelum uji coba nuklir terbaru Korut, kata seorang peneliti di Korea Atomic energy Research Institute, pihak yang melakukan pemeriksaan, kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti memperingatkan bahwa ada sejumlah tanda-tanda seseorang mungkin terpapar radiasi, dan tidak ada di antara pembelot yang tinggal di Punggye-ri menunjukkan gejala spesifik.
Lihat juga:AS Beri Sanksi Dua Pejabat Korut |
Para pakar memperingatkan bahwa uji coba lebih lanjut di sana bisa berisiko mengakibatkan polusi radioaktif.
Setelah uji coba pada 3 September lalu, Badan Keamanan Nuklir China menyatakan telah memulai pemantauan darurat terhadap potensi radiasi di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara.
Selain itu, pada Desember, surat kabar pemerintah China di provinsi Jilin, daerah yang berbatasan langsung dengan Korut dan Rusia, mempublikasikan imbauan untuk menyelamatkan diri dari serangan atau ledakan senjata nuklir.
Lihat juga:Rusia Siap Jadi Penengah Korut dan AS |
(aal)