Korsel Tangkap Kapal Hong Kong Diduga Jual Minyak ke Korut

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 29/12/2017 22:06 WIB
Korea Selatan menangkap kapal Hong Kong yang diduga jual minyak ke Korut, sebuah pelanggaran terhadap sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Ilustrasi kapal. Korea Selatan menangkap kapal Hong Kong yang diduga jual minyak ke Korut. ( ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan menangkap kapal Hong Kong yang diduga jual minyak ke Korut, sebuah pelanggaran terhadap sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan,  Kapal Lighthouse Winmore berangkat dari Pelabuhan Yeosu, Korsel membawa minyak hasil penyulingan. Minyak itu lalu dipindahkan ke kapal Korut di perairan internasional.

"Sanksi Dewan Keamanan PBB melarang transfer apapun ke kapal Korea Utara," kata seorang pejabat seperti dilaporkan CNN, Jumat (29/12).


Kapal Lighthouse Winmore lalu ditangkap saat kembali memasuki Pelabuhan Yeosu pada 24 November. Tidak disebutkan kapan pemindahan itu terjadi.

"Ini salah satu cara dimana Korea Utara menggunakan jejaring ilegal untuk menghindari sanksi Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kepada CNN.

[Gambas:Video CNN]

Menurut media Hong Kong, Lighthouse Winmore adalah salah satu dari 10 kapal yang diminta Amerika Serikat kepada PBB untuk dilarang berlabuh di pelabuhan-pelabuhan internasional karena diduga berhubungan dengan Korea Utara.

Langkah itu diambil setelah PBB memasukkan empat kapal dalam daftar hitam Oktober lalu. Salah satunya kedapatan menyelundupkan 30 ribu granat roket buatan Korea Utara pada 2016.

Bertahun-tahun Korea Utara menggunakan pelayaran gelap sebagai cara untuk menangguk pendapatan di tengah sejumlah sanksi dunia.

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang diloloskan tahun ini menetapkan bahwa "Semua negara anggota harus melarang masuk kapal-kapal tersebut ke pelabuhan-pelabuhan mereka. Kecuali dalam kondisi tertentu, termasuk dalam kondisi darurat, atau mendapat pengecualian oleh PBB.

Pada kesempatan terpisah, Presiden Donald Trump menyatakan kekecewaan karena China jual minyak ke Korut. Padahal dia telah menahan diri untuk tidak bertindak keras terhadap China dalam isu perdagangan, sesuatu yang dia janjikan saat kampanye pemilihan presiden 2016.

[Gambas:Video CNN] (nat)