Seoul dan Pyongyang menggelar pembicaraan soal Olimpiade sejak pekan lalu hingga hari ini, Rabu (17/1). Serangkaian pertemuan ini adalah yang pertama kalinya di lakukan dalam dua tahun terakhir.
Dikutip Reuters, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan kedua pihak bertukar opini soal sejumlah isu, termasuk jumlah anggota tim Korea Utara dan acara budaya bersama. Pyongyang juga berencana mengirim delegasi besar selain atlet dan orkestra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyatakan dunia tidak boleh naif dengan "tebar pesona" Korut seputar Olimpiade.
Selama ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menolak menghentikan program rudal dan nuklir yang bisa menghantam Amerika Serikat, meski Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menjatuhkan sanksi keras. Hal ini memicu kekhawatiran akan perang baru di Semenanjung Korea.
Melalui media pemerintahnya, Korea Utara memperingatkan Korea Selatan agar tidak merusak hubungan kedua negara dengan memaksa menghentikan program senjata nuklirnya.
(aal)