Korut Kirim 230 Pemandu Sorak ke Olimpiade di Korsel

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 16:50 WIB
Korut Kirim 230 Pemandu Sorak ke Olimpiade di Korsel Ilustrasi Korea Utara dan Korea Selatan. (Thinkstock/sarawuth702)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara akan mengirimkan kelompok pemandu sorak beranggota 230 orang ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, bulan depan. Hal tersebut disampaikan Korsel setelah kedua pihak menggelar pembicaraan di tengah ketegangan akibat program peluru kendali dan nuklir Korut.

Seoul dan Pyongyang menggelar pembicaraan soal Olimpiade sejak pekan lalu hingga hari ini, Rabu (17/1). Serangkaian pertemuan ini adalah yang pertama kalinya di lakukan dalam dua tahun terakhir.

Dikutip Reuters, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan kedua pihak bertukar opini soal sejumlah isu, termasuk jumlah anggota tim Korea Utara dan acara budaya bersama. Pyongyang juga berencana mengirim delegasi besar selain atlet dan orkestra.


Di belahan dunia lain, 20 negara berkumpul dan sepakat menjatuhkan sanksi lebih keras untuk Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya. Di sela pertemuan yang digelar di Vancouver, Kanada, Jepang meminta dunia waspada atas sikap Korut.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyatakan dunia tidak boleh naif dengan "tebar pesona" Korut seputar Olimpiade.
"Ini bukan waktunya untuk mengurangi tekanan, atau memberi hadiah untuk Korea Utara," kata Kono. Fakta bahwa Korea Utara terlibat dalam dialog dapat diinterpretasikan sebagai bukti sanksi yang selama ini dijatuhkan mulai bekerja."

Selama ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menolak menghentikan program rudal dan nuklir yang bisa menghantam Amerika Serikat, meski Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menjatuhkan sanksi keras. Hal ini memicu kekhawatiran akan perang baru di Semenanjung Korea.

Melalui media pemerintahnya, Korea Utara memperingatkan Korea Selatan agar tidak merusak hubungan kedua negara dengan memaksa menghentikan program senjata nuklirnya.
"Kami akan bekerja dengan aktif untuk meningkatkan hubungan Korea Utara-Selatan, tapi tidak akan diam saja jika ada tindakan yang bertentangan dengan unifikasi," kata surat kabar Rodong Sinmun.

(aal)