Otoritas Malaysia Tangkap 3 WNI Penyelundup 300 Burung Langka
CNN Indonesia | CNN Indonesia
Rabu, 17 Jan 2018 22:31 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak otoritas Malaysia menggagalkan upaya penyelundup sekitar 300 burung langka dan eksotis yang dilakukan oleh warga negara Indonesia.
Petugas dari pangkalan Kuala Maritim Malaysia (MMEA) Kuala Linggi mencegat tiga orang Indonesia di sebuah kapal sekitar lima mil laut dari perairan Tanjung Gabang dekat Selangor, Selasa (16/1) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Demikian dikatakan direktur agensi Kapten Maritim Amran Daud.
Diberitakan The Straitstimes, Rabu (17/1), Amran mengatakan trio WNI tersebut mencoba menyelundupkan sekitar 300 burung, termasuk burung berkicau Jawa yang sudah punah, ke Indonesia.
"Sayangnya, para penyelundup melemparkan kandang yang berisi unggas hidup ke laut saat melihat kapal MMEA," kata Kapten Amran.
Dia mengatakan ketiga tersangka tersebut tidak memiliki dokumen identifikasi dan kasus tersebut telah dirujuk ke Departemen Taman Margasatwa dan Taman Nasional untuk penyelidikan berdasarkan Wildlife Conservation Act 2010.
Amran mengatakan penyelundup satwa liar diyakini juga memiliki burung dari Vietnam. Mereka diduga melakukan perjalanan darat melalui Thailand dan Malaysia untuk dijual di Indonesia. (osc)
Petugas dari pangkalan Kuala Maritim Malaysia (MMEA) Kuala Linggi mencegat tiga orang Indonesia di sebuah kapal sekitar lima mil laut dari perairan Tanjung Gabang dekat Selangor, Selasa (16/1) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Demikian dikatakan direktur agensi Kapten Maritim Amran Daud.
Diberitakan The Straitstimes, Rabu (17/1), Amran mengatakan trio WNI tersebut mencoba menyelundupkan sekitar 300 burung, termasuk burung berkicau Jawa yang sudah punah, ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan ketiga tersangka tersebut tidak memiliki dokumen identifikasi dan kasus tersebut telah dirujuk ke Departemen Taman Margasatwa dan Taman Nasional untuk penyelidikan berdasarkan Wildlife Conservation Act 2010.
Amran mengatakan penyelundup satwa liar diyakini juga memiliki burung dari Vietnam. Mereka diduga melakukan perjalanan darat melalui Thailand dan Malaysia untuk dijual di Indonesia. (osc)