Israel Klaim India Kembali Sepakat Beli Rudal Anti-Tank

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 05:23 WIB
Israel Klaim India Kembali Sepakat Beli Rudal Anti-Tank PM Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan lima hari ke India. Netanyahu mengklaim, pemerintah India telah kembali bersepakat membeli rudal anti-tank. (REUTERS/Dan Balilty).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim, pemerintah India kembali bersepakat untuk membeli rudal anti-tank ‘Spike’ buatan Israel. Hal itu dikatakan Netanyahu saat melakukan lawatan ke India, Rabu (17/1).

Netanyahu mengklaim, pemerintah India memberitahu dirinya bahwa mereka akan tetap akan membeli rudal anti-tank tersebut.

"Setelah pembicaraan yang saya lakukan dengan teman saya, Perdana Menteri India Narendra Modi, pemerintah India telah memberi tahu kami bahwa pihaknya telah menempatkan kesepakatan Spike kembali ke jalurnya,” kata Netanyahu, yang sedang dalam kunjungan lima hari ke India, dikutip Reuters, Kamis (28/1).



Netanyahu mengatakan, perjanjian pembelian senjata dengan India ini sangat penting. “Dan akan ada banyak kesepakatan lagi," ujar Netanyahu.

Sebelumnya, pada awal Januari ini, India membatalkan kesepakatan senilai US$500 juta untuk membeli 1.600 unit rudal anti-tank Israel, Spike.

Kementerian Pertahanan India telah mengambil keputusan sebelumnya, namun pernyataan resmi perusahaan baru disampaikan pekan lalu.

"Rafael menerima pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdahanan India soal pembatalan kesepakatan Spike," kata Ishai David, juru bicara Rafael seperti dilaporkan PTI, Rabu (3/1).


Disaat bersamaan, New Delhi telah menuntaskan kesepakatan pembelian 131 rudal dari darat ke udara dari Barak senilai US$70 juta.

Dalam pernyataannya, Rafael menyayangkan keputusan India. Namun menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri India, pasar penting selama dua dekade terakhir, dan akan menyediakan India sistem persenjataan tercanggih dan paling inovatif. (osc/osc)