Nyaris Meletus, Filipina Naikkan Status Gunung Mayon

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 23/01/2018 21:22 WIB
Nyaris Meletus, Filipina Naikkan Status Gunung Mayon Otoritas Filipina meningkatkan status level gunung berapi Mayon di Provinsi Albay menjadi level 4 atau hampir meletus, pada Senin (22/1) malam. (AFP PHOTO / CHARISM SAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Filipina meningkatkan status level Gunung Mayon di Provinsi Albay menjadi level 4 atau hampir meletus, pada Senin (22/1) malam, setelah gemuruh keras terdengar dari puncak kawah yang dikhawatirkan dapat memicu letusan berbahaya kapan saja.

Insititut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengubah status gunung menjadi level 4 yang menandakan bahwa gunung itu bisa meletus dalam beberapa pekan bahkan beberapa hari saja. Adapun level 5 berarti letusan sedang berlangsung.

Meningkatnya aktivitas gunung berapi paling aktif di Filipina itu sejak 13 Januari lalu menyebabkan pejabat setempat meliburkan sekolah dan mendesak penduduk tetap berada di dalam rumah atau bangunan.


Dilansir Reuters, sebanyak 40.000 warga yang tinggal di zona berbahaya gunung mayon juga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Kami sangat menyarankan semua orang, baik penghuni maupun wisatawan, menghindari zona bahaya, dan maskapai penerbangan untuk menghindari terbang di sekitar gunung berapi," ucap Kepala Phivolcs, Renato Solidum, dalam sebuah jumpa pers.

Meningkatnya aktivitas vulkanik, tutur Solidum, juga menyebabkan otoritas memperluas zona berbahaya hingga radius 8 kilometer dari gunung setinggi 2.462 meter.

Dia mengatakan Phivolcs mencatat peningkatan aktivitas seismik seperti "semburan lahar dan ledakan puncak" sejak ahir pekan lalu. Kedua aktivitas itu, tuturnya, mengindikasikan akan lebih banyak lagi semburan lahar, debu vulkanik, hingga letusan besar di masa depan.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Albay, Al Francis Bichara, mengatakan pemerintahnya saat ini telah kehabisan dana darurat dan meminta bantuan dari pemerintah pusat. Dia juga mengatakan proses evakuasi akan dilanjutkan ketika bantuan finansial pemerintah pusat tiba.

Bichara juga kembali memperingatkan kepada warga untuk sebisa mungkin menghindari zona bahaya dan tetap berhati-hati menyusul hujan abu yang terus turun menyebabkan jarak pandang semakin terbatasan.

"Di beberapa daerah jarak pandang bahkan sudah nol, terutama di sepanjang kaki gunung berapi," ucap Bichara kepada CNN Filipina.

"Warga harus tinggal di rumah dan jika mereka berniat keluar dari rumah mereka, mereka harus memakai masker," lkata dia.

[Gambas:Video CNN] (nat)