Duterte Kaji Moratorium Tenaga Kerja ke Kuwait

ANTARA/Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 20/01/2018 04:40 WIB
Duterte Kaji Moratorium Tenaga Kerja ke Kuwait Presiden Filipina Rodrigo Duterte mempertimbangkan untuk melarang pengiriman pekerja ke Kuwait karena banyaknya kasus penyiksaan hingga bunuh diri. ( REUTERS/Presidential Palace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mempertimbangkan untuk melarang pengiriman pekerja ke Kuwait. Hal ini lantaran banyaknya kasus penyiksaan terhadap  pembantu rumah tangga asal Filipina. Beberapa di antaranya bunuh diri.

Duterte mengatakan bahwa dia mengetahui banyak kasus pelecehan seksual yang dialami oleh wanita Filipina di Kuwait. Masalah tersebut telah dibahas bersama Menteri Luar Negeri Filipina, dan akan diajukan ke pemerintah Kuwait.

"Saran saya adalah kita berbicara dengan mereka, nyatakan kebenaran dan katakan saja kepada mereka bahwa hal itu tidak dapat diterima lagi," kata Duterte pada peluncuran bank baru yang melayani orang-orang Filipina di luar negeri.

Duterte tidak menyebutkan kasus pelanggaran hukum tertentu.

[Gambas:Video CNN]

"Entah kita memberlakukan larangan total atau kita yang melakukan koreksi pada hal ini," kata Duterte.

Menurut kantor berita Reuters, kementerian Luar Negeri Kuwait tidak dapat dihubungi untuk dimintai pernyataan. Kedutaan Besar Kuwait di Manila tidak segera menanggapi pertanyaan tentang ucapan Duterte.

Kementerian Luar Negeri Filipina mencatat ada lebih dari 250 ribu orang Filipina di Kuwait. Kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Selain itu ada pula, warga Filipina yang bekerja di Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Qatar.



Lebih dari 2,3 juta orang Filipina tercatat bekerja di luar negeri. Total jumlah warga Filipina di luar negeri mencapai delapan juta orang.

Secara kolektif, mereka mengirimkan uang lebih dari US$2 miliar ke Filipina setiap bulan. Dana tersebut memicu belanja konsumen di Filipina.

"Saya tidak ingin berseteru dengan Kuwait," kata Duterte.

"Saya menghormati pemimpin mereka, tapi mereka harus melakukan sesuatu terhadap hal ini, karena banyak wanita yang melakukan bunuh diri. Mereka mengklaim pelecehan, seksual dan semuanya, dan mereka yang menanggungnya," kata Duterte.

(nat)