Sebagaimana dilansir AFP, Undang-Undang Keamanan Nasional Korsel sebenarnya melarang segala bentuk penghargaan terhadap Korut, termasuk pengibaran bendera, karena kedua negara secara teknis masih dalam kondisi berperang.
Namun, jaksa memutuskan untuk memberikan pengecualian karena pengibaran bendera ini dilakukan sesuai protokol penyelenggaraan Olimpiade internasional, di mana seluruh lambang negara yang berpartisipasi harus dipasang tuan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara komite olimpiade, Lee Ji-Hye, mengatakan pasukan pengawal militer Korsel akan memobilisasi setiap acara penyambutan tersebut, kecuali bagi delegasi Korut, tanpa memberi alasan lebih lanjut.
Kantor berita Yonhap menyatakan, keputusan itu diambil karena “bukan sesuatu yang pantas bagi militer Korsel memberi hormat kepada simbol suatu bangsa yang merupakan musuh negara.”
Pengibaran bendera Korut ini bukan yang pertama kali di Korsel. (AFP Photo/Yonhap) |
Setelah itu, bendera Korut kembali dikibarkan dalam rangka penyambutan delegasi yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Atletik Asia 2005 dan Asian Games 2014. (has)
Pengibaran bendera Korut ini bukan yang pertama kali di Korsel. (AFP Photo/Yonhap)