Belanda Tarik Dubes, Turki Sebut Relasi Tetap Berlanjut

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 06/02/2018 15:33 WIB
Belanda Tarik Dubes, Turki Sebut Relasi Tetap Berlanjut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turki menegaskan hubungan diplomatik dengan Belanda tetap terjalin meski Negeri Kincir Angin itu menarik duta besarnya dari Ankara terkait sengketa pada 2017.

"Ini bukan berarti hubungan diplomatik antara Turki dan Belanda terputus. Ada kuasa usaha yang melanjutkan hubungan antara kedua negara," kata juru bicara pemerintah sekaligus Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/2).

Cekcok keduanya bermula saat Belanda melarang masuk menteri Turki yang hendak berkampanye untuk menggalang suara dukungan terhadap referendum konstitusi dari diaspora mereka di Rotterdam.


Amandemen konstitusi tersebut dipandang dapat menambah kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Dalam rancangan amandemen tersebut, presiden Turki diperbolehkan mengeluarkan dekrit dan mempertahankan hubungan dengan partai politik pengusungnya.

Saat yang sama, Belanda menggelar pemilihan umum.  Sejak itu, hubungan kedua negara merenggang.


Kementerian Luar Negeri Belanda secara resmi menarik duta besarnya dari Turki pada awal pekan ini yang telah diusir dari Ankara sejak hampir setahun lalu.

Tak hanya menarik dubesnya, Belanda juga mengatakan tidak akan menerima penunjukkan duta besar baru Turki di negaranya.

"Kami telah menghentikan pembicaraan dengan Turki untuk menyelesaikan masalah tersebut," bunyi pernyataan Kemlu Belanda, Selasa (6/2).

Wakil PM Turki, Bozdag berharap perselisihan kedua negara bisa segera diatasi.

"Hal ini bukan lah peristiwa baru. Bagaimana pun hubungan Belanda dan Turki tidak ditangguhkan karena ini," lanjutnya seperti dikutip kantor berita Anadolu. (nat)