AS Dikhawatirkan Terlibat Perang Lebih Luas di Suriah

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 14:56 WIB
AS Dikhawatirkan Terlibat Perang Lebih Luas di Suriah Ilustrasi serangan AS ke Suriah. Amerika dikhawatirkan akan terlibat dalam konflik lebih luas di negara tersebut. (Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat dikhawatirkan akan terlibat dalam konflik lebih luas di Suriah, menyusul pertempuran besar dengan pasukan pro-pemerintah Suriah yang dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang.

Senator dari Komisi Hubungan Luar Negeri dan Militer Senat AS, Tim Kaine, mengatakan keadaan ini meningkatkan kekhawatiran serius terkait keberadaan militer AS di Suriah yang masih belum jelas titik akhirnya.

"Saya sangat khawatir pemerintahan (Donald) Trump sengaja masuk ke dalam konflik lebih luas, tanpa suara Kongres atau tujuan yang jelas," kata Kaine sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (9/2).


Namun dugaan itu ditampik  Menteri Pertahanan James Mattis. Dia menyatakan tindakan militer AS semata-mata adalah upaya mempertahankan diri dari serangan pendukung Presiden Bashar al-Assad.

Mattis menyebut serangan terhadap kelompok dukungan AS, yang juga didampingi pasukan operasi khusus Amerika, adalah hal yang "membingungkan."
Ketika ditanya apakah militer AS masuk ke dalam konflik lebih luas di Suriah, Mattis mengatakan: "Tidak. Ini upaya mempertahankan diri."

"Jika kami melibatkan diri dalam konflik lebih besar, maka akan ada inisiatif dari pihak kami," kata Mattis kepada wartawan di Pentagon.

Koalisi pimpinan AS menyatakan pertempuran terjadi karena pihaknya menangkal serangan tak terprovokasi dari ratusan tentara pendukung Assad yang didukung artileri, tank, peluncur roket dan mortir, dekat Sungai Euphrates.

Insiden itu menggarisbawahi potensi konflik lebih jauh di wilayah kaya minyak di timur Suriah, di mana aliansi kelompok bersenjata Kurdi dan Arab yang didukung AS, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), menguasai lahan besar setelah perang melawan ISIS.
Assad, yang didukung Rusia dan kelompok bersenjata Syiah sokongan Iran, menyatakan ingin merebut kembali seluruh wilayah Suriah secara utuh.

Pasukan pro-pemerintah "kemungkinan besar mencoba merebut ladang minyak di Khusham" di timur Euphrates, Provinsi Deir al-Zor, kata seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.
Situasi Deir el-Zor, Suriah. Situasi Deir al-Zor, Suriah. (AFP PHOTO/STRINGER)
Tidak ada pasukan AS atau sekutunya yang tewas dalam insiden itu. Namun, seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya memperkirakan lebih dari 100 pasukan pendukung Suriah tewas dalam serangan balasan.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi mengakibatkan "puluhan orang tewas dan terluka" dengan mengebom pasukan pro-pemerintah. Namun, seorang komandan di aliansi militer pendukung Assad menampik dan menyatakan ada tujuh anggotanya yang tewas dan 27 luka-luka.
Kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan serangan itu sebagai "kejahatan perang" dan menyerukan agar koalisi dibubarkan. "Kami menuntut (masyarkaat internasional) mengecam pembantaian ini dan membuat koalisi bertanggung jawab," kata Kemlu dalam laporan SANA yang dikutip Reuters.

(aal)