Menlu Belanda Mengundurkan Diri karena Berbohong Temui Putin

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 03:54 WIB
Menlu Belanda Mengundurkan Diri karena Berbohong Temui Putin Ilustrasi. (Markus Bernet via Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra mengundurkan diri pada Selasa (13/2) setelah mengaku berbohong soal Presiden Rusia Vladimir Putin.

Zijlstra mengakui telah mengarang cerita bahwa dirinya menghadiri pertemuan pada 2006, di mana dalam pertemuan itu Putin menguraikan strategi membangun kawasan Rusia yang lebih luas.

Kebohongan itu membuat malu pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte. Hal ini juga berisiko makin mempersulit kebijakan luar negeri Belanda dan Rusia ketika hubungan diplomatik kedua negara sedang berada di titik terendah.



Zijlstra tampak emosional saat mendapat kesempatan tampil pada sidang parlemen yang membahas tindakannya. Dia mengatakan telah memutuskan untuk menyampaikan pengunduran diri kepada raja karena situasi yang terkait dengannya berisiko mengganggu tugas Kementerian Luar Negeri.

"Kami tinggal di negara yang kebenarannya penting, karena itulah saya tidak melihat pilihan lain selain mengundurkan diri," kata Zijlstra, dikutip Reuters.

"Kantor (menteri luar negeri) pasti sangat meragukan, baik di dalam maupun luar negeri," tambahnya yang telah memegang jabatan tersebut kurang dari empat bulan.

Sigrid Kaag, yang memimpin sebuah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghancurkan senjata kimia Suriah pada 2013-2014, akan mengisi posisi Zijlstra sampai ada penggantian permanen.

Para anggota parlemen mencecar Rutte, yang sebelumnya membela Zijlstra meski ia sudah tahu sejak akhir Januari bahwa menterinya itu telah mengarang cerita tentang Putin.

"Ini tidak terlepas dari transparansi, di bawah tekanan seorang jurnalis," kata Lodewijk Asscher, kepala Partai Buruh oposisi.


Penanganan kasus Zijlstra adalah ujian serius pertama bagi koalisi Rutte sejak jabatan tersebut dimulai pada Oktober lalu.

Pada Senin lalu, Zijlstra mengaku telah berbohong soal menghadiri sebuah pertemuan pada 2006. Dalam pertemuan itu, Putin dikabarkan berbicara tentang rencana Rusia melakukan perluasan kawasan.

Zijlstra mengatakan, sebenarnya dia tidak hadir dalam pertemuan itu, namun mendengar kabar soal pernyataan Putin dari orang lain. Komentar Zijlstra membuat partai oposisi mendesaknya untuk mundur dan Kedutaan Rusia membantah komentar sang menteri luar negeri itu sebagai "kabar palsu". (pmg)