Adelina TKI yang Tewas di Malaysia Dimakamkan di NTT

Natalia Santi, CNN Indonesia | Sabtu, 17/02/2018 22:41 WIB
Adelina TKI yang Tewas di Malaysia Dimakamkan di NTT Pemakaman jenazah Adelina Jemira Sau, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas dianiaya majikannya di Penang, Malaysia , Sabtu (17/2). (Ist/Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Adelina Jemira Sau, (sebelumnya disebut sebagai Adelina Lisao), akhirnya kembali ke kampung halamannya. Jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas dianiaya majikannya di Penang, Malaysia itu diserahkan wakil Kementerian Luar Negeri Tody Baskoro kepada keluarga, Sabtu (17/2).

Serah terima dilakukan di kampung halaman Adelina di Desa Abi, Timor Tengah Selatan, empat jam perjalanan darat dari Kupang, NTT. Jenazah Adelina diterima oleh keluarga dalam sebuah prosesi adat, disaksikan sejumlah pejabat Pemda Timor Tengah Selatan, kalangan lembaga swadaya masyarakat dan media.

Dalam acara tersebut, Kemlu RI memastikan bahwa upaya hukum untuk memperjuangkan keadilan bagi Adelina akan terus diupayakan


"Penyerahan jenazah Adelina serta kompensasi dari agen pengirim tidak akan menghentikan upaya Kemlu dan KJRI untuk memperjuangkan keadilan bagi Adelina. Kami akan kawal proses hukumnya hingga keadilan diperoleh," kata Tody seperti disampaikan lewat rilis Kemlu RI, Sabtu (17/2).

Adelina adalah WNI yang meninggal dunia pada 11 Februari di Penang, Malaysia. Dia diduga tewas akibat kekerasan oleh majikan.

Adelina ditemukan polisi duduk tak berdaya di teras sebuah rumah di Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Sabtu (10/2). Saat ditemukan, kepala dan wajah perempuan kelahiran April 1989 itu bengkak, serta tangan dan kakinya mengalami luka-luka.

Saat ini kepolisian Pulau Penang sudah menahan tiga warga Malaysia, yang merupakan majikan Adelina masing-masing wanita berusia 60 dan 39 tahun, dan pria 39 tahun. Ketiganya diduga sebagai pelaku kekerasan yang berujung pada meninggalnya Adelina.

Berdasarkan hasil post-mortem, kematian Adelina adalah "multiorgan failure secondary to anemia (possible neglect)" atau kegagalan multiorgan dan anemia.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Prai Tengah, Pulau Penang, berkas akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum minggu depan. "Jadi kemungkinan dalam satu dua hari ke depan akan ditetapkan tersangkanya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal Songell dalam keterangannya, Sabtu (17/2).

Jenazah Adelina disemayamkan di kampung halamannya.Foto: Ist/Kemlu RI
Jenazah Adelina disemayamkan di kampung halamannya.


Tragedi yang menimpa mendiang Adelina membuat pemerintah Indonesia memikirkan kembali pengiriman TKI ke Malaysia. Indonesia sudah menyampaikan draf perjanjian bilateral baru dengan Malaysia sejak berakhirnya MoU pada Mei 2016. Namun pihak Malaysia hingga saat ini blm memberikan respons positif.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana menganggap perlu moratorium pengiriman TKI untuk menghindari tragedi Adelina terulang kembali.

"Peristiwa Adelina ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati. Sudah waktunya kita melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia, khususnya pekerja sektor rumah tangga. Saya akan sampaikan langsung usulan moratorium ini kepada Presiden. Moratorium diperlukan untuk berikan kesempatan kepada kedua negara memperbaiki tata kelola pengiriman dan menegosiasikan ulang perjanjian yang lebih melindungi TKI," papar Dubes Rusdi kepada wartawan di sela-sela Rapat Kerja Koordinasi Perwakilan RI seluruh dunia pekan lalu.

Rencana moratorium pengiriman TKI tersebut mendapat tanggapan dari Deputi Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi. Dia berharap Indonesia tidak menghentikan pengiriman TKI terkait tragedi Adelina.

"Kami menyesalkan jika pemberitaan media soal rencana Indonesia menghentikan pengiriman pekerja domestik karena kasus penganiayaan pembantu itu benar. Faktanya kami punya SOP (standard operating procedure) yang harus ditaati majikan, dan pemerintah Malaysia tidak akan pernah melindungi majikan yang bertindak kejam (terhadap pembantunya)," kata Hamidi seperti dilaporkan The Star, Sabtu (17/2).

[Gambas:Video CNN] (nat)