Serangan udara yang ganas itu telah menyebabkan 250 warga sipil tewas dan ratusan lainnya terluka. Pemerintah Suriah telah meningkatkan intensitas serangan sejak Minggu (18/2). Saat itu 300 warga sipil tewas dan 1.400 lainnya terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (19/2), pasukan rezim Suriah melakukan serangan darat di Ghouta Timur. Serangan ini menewaskan 127 warga sipil, kematian tertinggi dalam satu hari di daerah pemberontak sejak 2013.
Selasa (20/2), Serangan udara Rusia menghantam Ghouta Timur untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir. Serangan ini dilaporkan menghancurkan area penting di rumah sakit Arbin dan melumpuhkannya.
Enam rumah sakut lainnya juga diserang setelah membombardir kota selama 48 jam dan melumpuhkan tiga rumah sakit, seperti dilaporkan PBB.
Pada Rabu (21/2), razia tentara menargetkan sejumlah daerah, yaitu Hammuriyeh dan Kafr Batna. Selain bom, pesawat juga menjatuhkan bom laras berisi minyak mentah. Ini adalah jenis amunisi improvisasi yang seringkali menyebabkan kerusakan tanpa pandang bulu dan dikutuk oleh PBB.
Serangan ini membuat sejumlah rumah hancur. Menurut seorang koresponden AFP di Hammuriyeh, warga sipil menggali parit di bawah rumah mereka untuk melindungi diri dari serangan tersebut. Komite Internasional Palang Merah meminta akses ke daerah kantong untuk membantu yang terluka. (eks)