Dikhawatirkan jadi Diktator, Duterte Sebut Ingin Pensiun Dini

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 15:40 WIB
Dikhawatirkan jadi Diktator, Duterte Sebut Ingin Pensiun Dini Presiden Rodrigo Duterte mengaku tua dan lelah, ingin pensiun sebelum masa jabatannya berakhir. (AFP Photo/Noel Celis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rodrigo Duterte berupaya menepis kekhawatiran dirinya akan terus berkuasa dan menjadi diktator, mengatakan ingin mencapai tujuannya menerapkan federalisme di Filipina sehingga bisa pensiun dini.

Mantan wali kota Davao telah lama mendukung federalisme untuk mengatasi kesenjangan kesejahteraan, memberi kekuasaan regional dan mengakui keberagaman di negara tersebut.

Sebuah panel beranggota 19 orang dibentuk oleh Duterte pada bulan lalu, terdiri dari pakar hukum konstitusional dan dikepalai mantan Hakim Agung. Mereka telah mengajukan model federal yang mirip dengan Amerika Serikat.


Sejumlah pengkritik meyakini langkah mengubah konstitusi untuk memfasilitasi hal itu juga akan memungkinkan Duterte berkuasa hingga melebihi 2022, ketika masa jabatan enam tahunnya berakhir.
Namun, lelaki berusia 72 tahun itu menyatakan sudah tidak punya energi untuk melakukan itu.

"Saya akan mundur pada 2020, saya tidak akan menunggu hingga 2022," ujarnya dalam pidato yang dikutip Reuters pada Rabu (28/2).

"Saya tua. Saya tidak punya ambisi lagi. Saya benar-benar ingin beristirahat."

[Gambas:Video CNN]

Para sekutu Duterte di kamar bawah Kongres Filipina pada bulan lalu sepakat membentuk dewan konstituen untuk merevisi konstitusi, membatalkan pemilu masa pertengahan dan memperpanjang masa jabatan semua pejabat terpilih.

Konstitusi itu disahkan pada 1987 setelah diktator Ferdinand Marcos digulingkan dalam revolusi berdarah.
Langkah terdahulu untuk mengubahnya gagal karena masyarakat sipil dan kelompok religius menganggap langkah itu sebagai ancaman pada sistem yang didesain untuk mencegah orang gila kuasa seperti Marcos kembali muncul. Ketakutan Duterte bakal menjadi seorang otokrat muncul seiring serangkaian pernyataannya mengagumi Marcos.

Para pakar meyakini Duterte mungkin berhasil mengubah konstitusi karena popularitas tinggi dan mayoritas super yang dia genggam di Kongres.

(aal)