Netanyahu Klaim Air India Buka Rute Lintasi Saudi ke Tel Aviv

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 21:02 WIB
Netanyahu Klaim Air India Buka Rute Lintasi Saudi ke Tel Aviv PM Benjamin Netanyahu mengklaim Arab Saudi memberi izin terbang salah satu maskapai asing asal India, Air India, melintasi udara Saudi menuju Tel Aviv, Israel. (Kentaro Iemoto via Wikimed)ia (CC-BY-SA-2.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Arab Saudi telah memberi izin terbang bagi salah satu maskapai asing asal India, Air India, melintasi ruang udara Saudi untuk menuju Tel Aviv.

Netanyahu mengungkapkan hal itu kepada wartawan dalam sebuah jumpa pers di Washington, Amerika Serikat, seusai bertemu Presiden Donald Trump, Senin (5/3).

Belum ada konfirmasi resmi dari pejabat Saudi maupun maskapai Air India mengenai hal ini.


Dikutip Reuters, Selasa (6/3), pada Februari lalu Air India memang mengumumkan rencana membuka rute penerbangan baru dari Saudi menuju Tel Aviv. Tapi, saat itu Otoritas Umum Penerbangan Sipil di Riyadh membantah telah memberikan izin terbang dengan rute tersebut kepada maskapai.

Selama ini, India dan Israel memiliki kerja sama termasuk membuka sejumlah penerbangan langsung dari masing-masing negara. Maskapai Israel, El Al Israel, membuka penerbangan langsung ke Mumbai empat kali dalam sepekan.

Penerbangan tersebut menghabiskan sedikitnya tujuh jam melewati Ethiopia dan timur India karena harus menghindari wilayah udara Saudi.


Media Israel mengatakan jika Saudi mengizinkan pesawat komersial terbang di wilayah udaranya untuk menuju tel Aviv, hal tersebut dapat mengurangi biaya dan waktu tempuh lebih dari dua jam.

Jika benar, pembukaan jalur udara oleh Saudi ini juga dianggap sebagai perbaikan hubungan Riyadh dan Tel Aviv yang selama 70 tahun terakhir tidak memiliki hubungan diplomatik apapun.

Meski kedua negara merupakan sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah, sejak pendudukan di wilayah Palestina, Israel tidak pernah diakui sebagai negara oleh Saudi.  Namun baik Saudi dan Israel punya kepentingan dan kekhawatiran yang sama terkait menguatnya pengaruh Iran di kawasan. (nat)