Angin Kencang Tumbangkan Pohon yang Ditanam Pendiri AS

LIT, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 17:05 WIB
Angin Kencang Tumbangkan Pohon yang Ditanam Pendiri AS Monumen George Washington. (Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angin kencang merobohkan sebuah pohon yang ditanam Bapak Pendiri Amerika Serikat George Washington. Pohon di kawasan kediaman Washington, Mount Vernon tersebut dipercaya berumur lebih dari dua abad.

Pohon hemlock Kanada berumur 227 tahun tersebut tumbang, Jumat (2/3) pekan lalu ditanam presiden pertama AS itu pada 1791. Pengelola Mount Vernon mengumumkan tumbangnya pohon itudi laman Facebook-nya pada Jumat malam.

"Hari ini di Mount Vernon, angin kencang menumbangkan hemlock Kanada berumur 227 tahun beserta pohon cedar Virginia yang menaungi makam Washington selama bertahun-tahun," tulis laman resmi Mount Vernont seperti dilansir The Independent.


Pengurus Mount Vernon, Rob Shenk, mengatakan kediaman Washington tersebut kehilangan banyak pohon akibat terjangan angin kencang pada Jumat. Meski begitu, mereka menyatakan hemlock Kanada yang ditanam Washington mungkin adalah yang paling penting.

"Daerah DC kehilangan banyak #pohon kemarin, tapi mungkin tak ada yang lebih penting dari Hemlock Kanada tahun 1791 ini @MountVernon. George Washington sendiri sepertinya mengenal pohon ini beserta pohon Bowling Green yang terkenal," tulisnya di Twitter pada Sabtu.



Menurut Mount Vernon, pohon itu adalah hadiah dari Gubernur New York saat itu, George Clinton.

Washington yang menjabat sebagai presiden sejak 1789 hingga 1797, menanam pohon tersebut di luar gerbang kebun atas Mount Vernon. Rumahnya sendiri tertutup panel dan terlindungi dari angin kencang.

Mount Vernon, yang terletak di tepi Sungai Potomac di Fairfax County, Virginia, adalah rumah perkebunan milik Washington dan istrinya Martha Dandridge Custis Washington.

Keluarga Washington memiliki tanah di wilayah tersebut sejak zaman kakek buyut Washington pada 1674.

Angin berkecepatan hingga sekitar 112 kilometer per jam menerjang wilayah DC pada Jumat, memicu penutupan pemerintah federal dan ribuan pembatalan penerbangan.

Sumber angin kencang ini adalah Badai Musim Dingin Riley yang telah menerpa sepanjang pantai New England - menewaskan sedikitnya sembilan orang dan memutus tenaga untuk lebih dari dua juta rumah dan bisnis.

Gubernur Massachusetts, Maryland dan Virginia telah menyatakan keadaan darurat sebagai akibat dari kondisi. Anggota National Guard diaktifkan di Massachusetts dan Pennsylvania untuk membantu.

(nat)