Trump Ajak Rembuk Xi Jinping soal Rencana Bertemu Kim Jong Un

Resty Armenia, CNN Indonesia | Sabtu, 10/03/2018 23:17 WIB
Trump Ajak Rembuk Xi Jinping soal Rencana Bertemu Kim Jong Un Donald Trump mengaku telah berdiskusi dengan Presiden China Xi Jinping mengenai rencana bertemu Kim Jong Un. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah berdiskusi dengan Presiden China Xi Jinping mengenai rencananya bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Melalui akun Twitter milinya pada Sabtu (10/3), Trump mengungkap hasil rembukannya dengan Xi Jinping.

"Presiden China Xi Jinping dan saya berbicara panjang tentang pertemuan dengan [pemimpin] Korea Utara Kim Jong Un. Presiden Xi mengatakan kepada saya bahwa dia mengapresiasi karena Amerika Serikat tengah bekerja memecahkan masalah secara diplomatik daripada mengambil alternatif yang berdampak buruk," cuit Trump.



Ia mengimbuhkan, "China terus membantu."



Taipan bisnis properti itu juga beberapa jam sebelumnya sempat mencuit bahwa kesepakatan dengan Korea Utara tengah diupayakan. "Dan jika terjadi, akan menjadi sebuah hal yang baik bagi dunia. Waktu dan tempat akan ditentukan."



Gedung Putih juga beberapa saat lalu mengungkap bahwa Trump telah menelepon Presiden Perancis Emmanuel Macron tentang Korea Utara dan tarif baru Amerika pada beberapa logam.

Sebelumnya, Trump mengaku siap bertemu Kim Jong Un dalam pertemuan tingkat tinggi pertama kedua negara yang menandai potensi terobosan besar di tengah ketegangan terkait program senjata nuklir Pyongyang.


"Sebuah pertemuan tengah direncanakan," kata Trump lewat Twitter, setelah berbicara dengan delegasi Korea Selatan terkait potensi dialog dengan Kim, Kamis waktu setempat (8/3).

"Kim Jong Un berbicara soal denuklirisasi dengan perwakilan Korea Selatan, bukan cuma penundaan," kata Trump melalui Twitter. "Selain itu, tidak akan ada uji coba rudal Korea Utara dalam periode waktu ini."



Trump pernah mengatakan siap bertemu Kim jika keadaannya tepat. Namun, saat itu dia mengindikasikan belum waktunya mengadakan pertemuan tersebut dan pada Oktober dia menyebut Menteri Luar Negeri Rex Tillerson "membuang waktu" mencoba berdialog dengan Korut.

[Gambas:Video CNN] (res)