"[Tillerson] ingin tetap menjabat, karena perkembangan penting yang dibuat di bidang keamanan nasional," kata Goldstein, Rabu (13/3). "Dia akan merindukan semua rekannya di Kemlu dan menteri-menteri luar negeri di seluruh dunia."
Pejabat yang dikutip CNN itu mengatakan Tillerson tidak sempat berbicara dengan Trump dan tidak tahu alasan pemecatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu pemecatan Tillerson telah berkembang sejak tahun lalu. Namun, keduanya selalu membantah.
Pemecatan dilakukan di tengah wacana pertemuan Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Keduanya kerap berselisih pendapat soal pendekatan terhadap negara terisolasi itu.
Namun, keputusan justru diambil setelah Trump dan Tillerson akhirnya sama-sama sepakat menghadapi masalah ini lewat jalur diplomasi. Trump sebelumnya selalu mengancam akan menggunakan langkah militer untuk membungkam Korut.
Lihat juga:Trump Pecat Menlu AS Rex Tillerson |
(aal)