Trump Pecat Menlu Tillerson karena Perjanjian Nuklir Iran

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 20:57 WIB
Trump Pecat Menlu Tillerson karena Perjanjian Nuklir Iran Presiden Donald Trump menyatakan dirinya berbeda pendapat dengan Menlu Rex Tillerson dalam berbagai hal, termasuk soal perjanjian nuklir Iran. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson berbeda pendapat dalam banyak hal, termasuk soal perjanjian nuklir Iran.

Diberitakan CNN pada Rabu (13/3), Trump menyatakan kepada wartawan bahwa dia dan Tillerson "punya hubungan yang baik," tapi punya pendapat berbeda dalam satu dan lain hal.

"Kami tidak memikirkan hal yang sama," kata Trump.


"Pompeo dan saya punya proses berpikir yang mirip," ujarnya, merujuk pada Direktur Badan Intelijen Pusat Mike Pompeo yang ditunjuk menggantikan Tillerson.
Sejumlah sumber yang dekat dengan Trump menyebut Sang Presiden merasa tidak didukung oleh Tillerson. Mereka menyebut mantan bos Exxon itu ingin menangani kebijakan luar negeri dengan caranya sendiri.

Trump menyebut perjanjian nuklir Iran, yang berhasil disepakati oleh Barrack Obama pada 2015 lalu sebagai kebijakan yang gagal.

Kesepakatan itu disetujui bersama AS, Inggris, Rusia, Perancis, China dan Uni Eropa, menghapuskan sejumlah sanksi ekonomi Iran dengan imbalan penghentian pengembangan nuklir.

Isu pemecatan Tillerson telah berkembang sejak tahun lalu. Namun, keduanya selalu membantah.
Pemecatan juga dilakukan di tengah wacana pertemuan Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Keduanya kerap berselisih pendapat soal pendekatan terhadap negara terisolasi itu.

Namun, keputusan justru diambil setelah Trump dan Tillerson akhirnya sama-sama sepakat menghadapi masalah ini lewat jalur diplomasi. Trump sebelumnya selalu mengancam akan menggunakan langkah militer untuk membungkam Korut.

Trump mengatakan dirinya mengambil keputusan untuk bertemu Kim Jong-un tanpa berdiskusi dengan Tillerson.

"Saya mengambil keputusan itu sendiri," kata Trump.
(aal)