Singgung Iran, Saudi Ancam Buat Bom Nuklir

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 20:42 WIB
Singgung Iran, Saudi Ancam Buat Bom Nuklir Pangeran Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengancam akan mengikuti jejak Iran jika negara tersebut mempunyai senjata nuklir. (REUTERS/Simon Dawson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi mengancam akan mengikuti jejak Iran jika negara tersebut mengembangkan senjata nuklir. Hal itu disampaikan oleh Pangeran Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam wawancara di sebuah stasiun televisi.

"Arab Saudi tidak ingin mempunyai bom nuklir, tapi tanpa ragu, jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan mengikuti sesegera mungkin," kata Mohammed dalam wawancara dengan CBS yang dikutip AFP pada Kamis (15/3).

Pangeran berusia 32 tahun itu mengatakan dirinya menganggap Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, adalah "Hitler yang baru" karena dia ingin "memperluas."


"Dia ingin membuat proyek sendiri di Timur Tengah, seperti Hitler ingin memperluas wilayahnya" saat memimpin Nazi di era Perang Dunia II, kata Mohammed.
"Banyak negara di dunia dan Eropa tidak menyadari betapa berbahayanya Hitler hingga apa yang terjadi telah terjadi. Saya tidak mau melihat kejadian serupa terjadi di Timur Tengah.

Wawancara itu dijadwalkan untuk disiarkan akhir pekan ini, dua hari sebelum dia dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

AS tengah mengupayakan sanksi internasional baru terhadap Iran karena Teheran diduga memasok senjata untuk pemberontak Houthi di Yaman.

Langkah itu gagal di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa belum lama ini karena resolusi yang sudah disepakati mayoritas anggota kemudian diveto oleh Rusia.
Veto Rusia jadi kekalahan bagi Amerika Serikat yang selama berbulan-bulan terus melobi agar PBB menuntut pertanggungjawaban Iran. Di saat yang sama, Amerika juga mengancam mundur dari perjanjian yang disepakati negara-negara besar dunia pada 2015 lalu untuk membatasi program nuklir Teheran.

(aal)