Inggris Selidiki Kematian Pengusaha Rusia

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 17/03/2018 04:14 WIB
Inggris Selidiki Kematian Pengusaha Rusia Ilustrasi Pembunuhan. (Foto: Thinkstock/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian London resmi melakukan penyelidikan terkait kematian pengusaha Rusia Nikolai Glushkov, yang dekat dengan mendiang taipan Rusia, Boris Berezovsky, di Inggris.

Nikolai disebut tewas akibat tekanan pada leher.

"Penyelidikan kasus pembunuhan diluncurkan sebagai hasil pemeriksaan post mortem terhadap pengusaha Rusia berusia 68 tahun, Nikolai Glushkov," demikian pernyataan resmi Kepolisian Metropolitan London, Jumat (16/3), dikutip dari Reuters.

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Kepolisian Antiteror "memberi prioritas kepada penyelidikan tersebut karena keterkaitan-keterkaitan yang dimiliki oleh Glushkov".

Namun, pernyataan tersebut tak mengaitkan kematiannya dengan kasus percobaan pembunuhan terhadap bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, pada 4 Maret.

Senada, Komite Investigasi Rusia mengaku membuka penyelidikan terhadap kasus Glushkov dan putri dari Skripal, Yulia Skripal. Mereka pun menawarkan kerjasama dengan pihak Inggris.

Glushkov ditemukan meninggal di London, Senin (12/3). Dia disebut dekat dengan Berezovsky, sosok kuat pascakejatuhan Uni Soviet.

Berezovsky sendiri ditemukan meninggal pada Maret 2013 dengan syal yang melilit di lehernya, di sebuah apartemen mewah, di London.

Pada 2014, seorang hakim Inggris mengaku tak yakin apakah Berezovsky meninggal karena bunuh diri atau akibat rencana jahat.

Sebelumnya, terjadi percobaan pembunuhan terhadap mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal bersama putrinya Yulia Skripal. Keduanya ditemukan dalam kondisi tak sadar di sebuah bangku di Salisbury, Inggris, 4 Maret. Mereka kemudian dilarikan ke RS dalam kondisi kritis.

Negeri Ratu Elizabeth pun menuding Rusia berada di balik kasus itu.




(arh)