Rusia Tuding Inggris Sembunyikan Info soal Skripal

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 17/03/2018 04:39 WIB
Rusia Tuding Inggris Sembunyikan Info soal Skripal Petugas yang menyiapkan pemakaman Sergei Skripal dan putrinya yang tewas akibat racun, di London Road Cemetery, Salisbury, Inggris. (Foto: AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alexander Yakovenko, Dubes Rusia untuk Inggris, mengatakan pihaknya menerima memo diplomatik bahwa mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya dalam kondisi kritis. Namun ia juga menuding bahwa Inggris menyembunyikan informati detail soal kondisi Skripal.

"Inggris terus menyembunyikan rekam medis dari kami. Rusia tidak punya akses kepada korban, kami tak memiliki kesempatan untuk bicara kepada dokter," cetusnya, pada Jumat (16/3).

Indikasinya, lanjut dia, adalah bahwa pihaknya kesulitan menemukan foto Skripal setelah kejadian.

"Tak seorang pun mempublikasikan fotonya. Mereka mungkin masih hidup, mungkin tidak, atau mungkin tidak terjadi apa pun sama sekali," ia menambahkan.

Yakovenko menambahkan bahwa 23 diplomat Rusia yang masuk dafar hitam Inggris akan meninggalkan negara itu pada Selasa (20/3).

Sebelumnya, mantan agen ganda Sergei Skripal bersama putrinya Yulia Skripal ditemukan dalam kondisi tak sadar di sebuah bangku di Salisbury, Inggris, 4 Maret. Mereka kemudian dilarikan ke RS dalam kondisi kritis.

Inggris menuding Rusia melakukan percobaan pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia itu. Bersama dengan Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis, Inggris meminta penjelasan kepada Kremlin terkait kasus tersebut.

"Segera setelah kita mendapatkan fakta, jika kita sepakat dengan mereka, kita akan mengutuk Rusia atau siapa pun itu," ucap Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pernyataan, Selasa lalu. 

"Bagi saya sepertinya mereka percaya [pelaku] itu adalah Rusia, dan saya akan menganggap hal itu sebagai fakta," ia menambahkan.

Namun, Rusia menolak terlibat dalam serangan terhadap Skripal itu dan menyebut tak ada bukti nyata yang bisa mengaitkannya dengan Kremlin.


"Jelas ada kekurangan bukti. Seluruh gelombang [tudingan] muasalnya dari Inggris," ujar Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin.



Catatan redaksi: Judul artikel ini diubah pada Sabtu (17/3). Sebelumnya berjudul "Rusia Meragukan Kematian Skripal". Judul diubah karena terdapat kesalahan, dan redaksi meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat hal tersebut. 

(arh)