"Inggris terus menyembunyikan rekam medis dari kami. Rusia tidak punya akses kepada korban, kami tak memiliki kesempatan untuk bicara kepada dokter," cetusnya, pada Jumat (16/3).
Lihat juga:Rusia Bakal Balas Usir Diplomat Inggris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yakovenko menambahkan bahwa 23 diplomat Rusia yang masuk dafar hitam Inggris akan meninggalkan negara itu pada Selasa (20/3).
Sebelumnya, mantan agen ganda Sergei Skripal bersama putrinya Yulia Skripal ditemukan dalam kondisi tak sadar di sebuah bangku di Salisbury, Inggris, 4 Maret. Mereka kemudian dilarikan ke RS dalam kondisi kritis.
"Segera setelah kita mendapatkan fakta, jika kita sepakat dengan mereka, kita akan mengutuk Rusia atau siapa pun itu," ucap Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pernyataan, Selasa lalu.
"Bagi saya sepertinya mereka percaya [pelaku] itu adalah Rusia, dan saya akan menganggap hal itu sebagai fakta," ia menambahkan.
Namun, Rusia menolak terlibat dalam serangan terhadap Skripal itu dan menyebut tak ada bukti nyata yang bisa mengaitkannya dengan Kremlin.
Catatan redaksi: Judul artikel ini diubah pada Sabtu (17/3). Sebelumnya berjudul "Rusia Meragukan Kematian Skripal". Judul diubah karena terdapat kesalahan, dan redaksi meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat hal tersebut.
(arh)