Sejumlah sumber yang terlibat penyelidikan kasus itu mengatakan aparat Israel menuding pria tersebut menyelundupkan senjata ke wilayah yang lama dikuasai Hamas. Tel Aviv menganggap Salah satu faksi besar di Palestina itu sebagai teroris.
Pria Perancis berusia 20 tahunan diketahui merupakan sopir kantor kekonsulatan. Dia dilaporkan pernah beberapa kali pergi ke Gaza dari Yerusalem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi, juru bicara Kedutaan Besar Perancis di Tel Aviv mengatakan terus berkoordinasi dengan pihak Israel terkait insiden ini.
"Saat ini yang bersangkutan masih memiliki kekebalan dan perlindungan kekonsuleran dari pemerintah Perancis," ucapnya, seperti dikutip AFP.
Meski begitu, kedutaan besar Perancis tidak menjelaskan secara rinci mengenai identitas laki-laki tersebut.
Pemerintah Israel melalui kementerian luar negeri, kementerian kehakiman, dan badan intelijennya juga menolak berkomentar mengenai kasus ini.
(aal)