AS-Korsel Latihan Perang Jelang Pertemuan dengan Korut

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 16:11 WIB
AS-Korsel Latihan Perang Jelang Pertemuan dengan Korut Amerika Serikat dan Korea Selatan berencana menggelar latihan militer bersama mulai 1 April. (REUTERS/Choi Chang-ho/News1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat bersama Korea Selatan berencana memulai kembali latihan militer gabungan pada 1 April mendatang.

Pejabat Korsel mengatakan latihan Foal Eagle tersebut akan berlangsung selama sebulan dan dilakukan guna mempersiapkan angkatan bersenjata menghadapi setiap ancaman Korea Utara.

"Latihan ini akan berlangsung sama seperti dengan tahun-tahun sebelumnya dan ditujukan untuk memperbaiki kesiapan kami membendung berbagai ancaman Korut," kata pejabat Korsel yang tak ingin disebut identitasnya itu kepada Reuters, Selasa (20/3).


Latihan tersebut diperkirakan melibatkan sedikitnya 23.700 personel AS dan 300.000 pasukan Korsel.

Latihan rutin tersebut seharusnya dilakukan pada Februari lalu, namun ditunda seiring dengan digelarnya Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Penundaan juga dilakukan demi menciptakan situasi kondusif untuk memulai dialog dengan Korea Utara di sela perhelatan olimpiade.

Pyongyang rutin mengecam latihan militer gabungan Seoul dan Washington selama ini yang dianggapnya sebagai persiapan perang.

Latihan gabungan ini pun dikhawatirkan merusak suasana cair di Semenanjung Korea, menjelang pertemuan bersejarah antara pemimpin Korut Kim Jong-un bersama Presiden Korsel Moon Jae-in pada akhir April dan juga pertemuan Kim dengan Presiden AS Donald Trump pada Mei.

Namun, Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa militer Korut telah diberitahu oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait latihan gabungan awal April ini.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Christopher Logan, menekankan latihan gabungan ini bersifat defensif sehingga tidak mengancam pihak mana pun.

Dia menegaskan latihan gabungan ini dilakukan bukan untuk merespons pergerakan Korut selama ini atau pun situasi di Semenanjung Korea selama ini.

"Latihan bersama ini bersifat pertahanan sehingga tidak ada alasan bagi Korut untuk mememandangnya sebagai provokasi," kata Logan.

Dalam pertemuan dengan delegasi Korea Selatan di Pyongyang awal Maret lalu, Kim Jong-un disebut-sebut memahami latihan militer bersama Seoul dan Washington dan merasa tidak keberatan.

(nat)