RI Dilaporkan Patroli dengan Eks Pemberontak Filipina

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 15:55 WIB
RI Dilaporkan Patroli dengan Eks Pemberontak Filipina Ilustrasi pasukan MNLF. Eks kelompok pemberontak Filipina itu dilaporkan akan berpatroli bersama pemerintah Indonesia. (AFP Photo/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia dilaporkan akan menggelar patroli pengamanan perbatasan laut bersama kelompok eks pemberontak Filipina Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF).

Pendiri MNLF, Nur Misuari, menyebut kelompoknya akan segera bergabung dalam patroli pengamanan perbatasan maritim yang dilakukan pemerintah RI.

"Segera kami akan melakukan patroli bersama dengan Pemerintah Indonesia," kata Misuari di hadapan ribuan pendukung MNLF di Davao, dikutip Rappler pada Selasa (20/3).


Dia menyebut Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui usulan MNLF agar TNI Angkatan Laut mengerahkan 10 kapal dalam operasi.
Dia mengatakan sebagian personel yang akan terlibat dalam patroli itu adalah TNI. Sementara pasukan MNLF akan mewakili Filipina dalam operasi pengamanan tersebut.

Kabar ini langsung dibantah oleh Kementerian Pertahanan RI.

"Jadi yang benar adalah bahwa Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dan Malaysia dalam kegiatan Patroli Maritim Terkoordinasi Trilateral," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Totok Sugiharto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Totok menekankan patroli trilateral itu sudah digelar ketiga negara sejak Juni 2017 untuk merespons ancaman keamanan maritim, terutama pembajakan kapal yang kerap terjadi di sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi.
Patroli bersama itu juga dilakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi ancaman meluasnya terorisme di Asia Tenggara setelah Marawi sempat dikuasai ISIS pada Mei 2017 lalu.

"Indonesia akan mendukung semua upaya yang diambil militer Filipina dalam upaya membasmi terorisme," ujar Totok.

MNLF telah melancarkan pemberontaknnya melawan pemerintah Filipina sejak akhir 1960-an. Namun, belakangan, beberapa faksi di MNLF sepakat berdamai dengan pemerintah Filipina.

Kelompok itu juga turut membantu pasukan pemerintah menumbangkan pemberontak Maute dan Abu Sayyaf yang sempat menduduki Marawi.
Selain itu, MNLF ikut membantu pemerintah Indonesia membebaskan sejumlah WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf, beberapa waktu lalu.

(aal)