Duterte Sebut Mahkamah Internasional Tak Punya Hak Adili Dia

LIT, CNN Indonesia | Rabu, 07/03/2018 17:17 WIB
Duterte Sebut Mahkamah Internasional Tak Punya Hak Adili Dia Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebut Mahkamah Internasional tak punya hak adili dia meski dalam sejuta tahun.(AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengklaim bahwa Pengadilan Pidana Internasional (ICC) mustahil akan mengadilinya. Menurutnya, ICC tak punya yurisdiksi untuk mendakwa dirinya bahkan  dalam "sejuta tahun".

Duterte dengan amarah yang berapi-api itu diadukan pengacara Filipina ke ICC. Duterte dituduh menjadikan pembunuhan sebagai "praktik terbaik" dalam perang sengitnya melawan narkoba 19 bulan terakhir.

Bulan lalu ICC telah memulai pemeriksaan pendahuluan demi menentukan apakah mereka memiliki yuridiksi, dan apakah kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan.


"Kalian tidak bisa mendapatkan yuridiksi atas saya, tidak dalam sejuta tahun," kata Duterte dalam sebuah pidato Selasa malam (6/3). "Ini sebabnya saya tidak menanggapi mereka. Itulah yang sebenarnya."

"Percayalah. Mereka tidak akan pernah bisa, berharap untuk memperoleh yuridiksi atas orang-orang saya," kata dia seperti dilansir Reuters.

Pemerintahnya mengatakan ICC tidak memiliki dasar untuk terlibat karena sistem peradilan dan sistem hukum Filipina berfungsi secara independen dan efektif.

Duterte sebelumnya menyebut ICC "tidak berguna" dan "munafik".

Meski Duterte menyatakan akan terbuka kepada penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ICC, minggu lalu dia mengatakan kepada pasukan keamanan bahwa mereka seharusnya tidak bekerja sama dengan mereka.

Pemerintahannya membantah tuduhan para aktivis bahwa pengedar dan pengguna narkoba ditargetkan secara sistematis untuk eksekusi.

Polisi mengatakan mereka telah membunuh sekitar 4.100 pengedar narkoba dalam baku tembak. Namun dikatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan pasukan bersenjata tak dikenal yang membunuh ratusan pengguna narkoba.

Duterte juga mengatakan bahwa keanggotaan ICC Filipina mungkin invalid pada tingkat domestik, karena aksesi Manila pada Statuta Roma yang menjadi syarat keanggotaan ICC tidak diumumkan dalam surat kabar resmi negara.

[Gambas:Video CNN] (nat)