Moon Sebut Peluang Pertemuan Trilateral dengan Kim dan Trump

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 18:34 WIB
Moon Sebut Peluang Pertemuan Trilateral dengan Kim dan Trump Presiden Moon Jae-in membuka kemungkinan konferensi trilateral antara Korsel, Korut, dan AS setelah Pyongyang memastikan pertemuan Kim Jong-un dan Trump. (Yonhap via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Moon Jae-in membuka kemungkinan pertemuan trilateral antara Korea Selatan, Korea Utara, dan Amerika Serikat setelah Pyongyang memastikan pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump.

"Pertemuan puncak antara pemimpin Korut dan AS akan menjadi momen bersejarah menyusul pertemuan puncak Korut dan Korsel," kata Moon, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (21/3).

"Momen ini bahkan bisa menjadi lebih dramatis bergantung dari lokasi pertemuannya, dan jika memungkinkan bahkan bisa mengarah pada pertemuan trilateral antara Korut, AS, dan Korsel," katanya.
Pernyataan itu diungkapkan Moon menjelang rencana pertemuannya dengan Kim Jong-un pada April mendatang di desa di mana gencatan senjata diberlakukan, Panmunjon.


Sejumlah sumber mengatakan bahwa Panmujon bisa jadi tak hanya menjadi lokasi pertemuan antara Kim dan Moon, tapi juga trilateral.

Dalam kesempatan itu, Moon juga mengatakan setiap dialog dengan Korut harus bertujuan untuk membahas penyelesaian krisis nuklir di Semenanjung Korea.
Dia mengaku memiliki "visi dan misi yang jelas" untuk mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, salah satunya dengan menggantikan perjanjian gencatan senjata Korsel dengan Korut yang disepakati 1953 lalu.

Korut dan Korsel secara teknis masih berperang karena mengakhiri Perang Korea 1950-1953 lalu hanya dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

"Apakah kedua Korea hidup bersama atau terpisah, kita tetap harus mewujudkan situasi damai dan sejahtera bersama tanpa menyebabkan kerugian satu sama lain," kata Moon.
Selama 2017, relasi Seoul dan Pyongyang merenggang karena diprovokasi ancaman nuklir dan uji coba rudal Korut. Namun, ketegangan kedua negara mulai reda di awal 2018, saat Kim Jong-un menyiratkan niat memperbaiki relasi dengan tetangganya itu.

Sejak itu, Korsel memanfaatkan situasi termasuk gelaran Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang untuk kembali membangun jalur dialog dengan Korut. (has)