Korsel Kirim Girlband 'Red Velvet' dan Cho Yong-pil ke Korut

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 17:04 WIB
Korsel Kirim Girlband 'Red Velvet' dan Cho Yong-pil ke Korut Foto: Dok. SM Entertainment
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Selatan berencana mengirim sekitar 160 musisi termasuk girlband naungan SM Entertainment, Red Velvet, dan penyanyi legendaris Cho Yong-pil ke Pyongyang, Korea Utara pada 31 Maret hingga 3 April mendatang.

Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan tur ratusan artisnya ini dilakukan sebagai kunjungan balasan setelah sekelompok penyanyi Korut tampil di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Februari lalu.

Selama di Pyongyang, Seoul mengatakan Red Velvet dan musisinya yang lain akan menggelar dua pertunjukan di East Pyongyang Grand Theatre dan di Gedung Olahraga Ryukyung Chung Ju Yung.

Dibangun 1989 silam, East Pyongyang Grand Teatre terletak di utara ibu kota yang bisa menampung 2.500 orang pengunjung. Gedung ini pernah menjadi tempat konser orkestra asal AS, New York Philharmonic pada 2008 lalu.

Pertunjukan itu menjadi merupakan kunjungan budaya pertama AS ke Korut sejak Perang Korea 1950-1953 lalu.

Sementara itu, Gedung Olahraga Ryukyung Chung Ju Yung dibangun bersama oleh Korut-Korsel dan dinamakan seperti pendiri Grup Hyundai Chung Ju-yung.

Kementerian Unifikasi Korea menyatakan sejumlah pejabat pemerintah akan lebih dulu mengunjungi Korut pada 22-24 Maret untuk meninjau lokasi pertunjukan.

Kunjungan pejabat Korsel juga dilakukan guna memastikan akomodasi bagi para artis-artis tersebut

Dilansir Reuters, rencana lawatan para artis ini semakin menegaskan perbaikan relasi Korsel dan Korut yang selama ini bersitegang. Terlebih, pemimpin kedua negara juga berencana bertemu untuk pertama kalinya sejak 2007 lalu sekitar akhir April mendatang.

Meredanya ketegangan kedua negara mulai terlihat sejak awal tahun 2018 ketika pemimpin Korut, Kim Jong-un, berpidato dan mengungkapkan niatnya memperbaiki relasi dengan tetanganya di selatan itu.

Korsel memanfaatkan gelaran Olimpiade Musim Dingin untuk mulai mendekati dan memulai kembali dialognya dengan Korut. (nat)