Pemerintah Inggris menyebut keduanya terpapar racun saraf kelas militer. Sejak saat itu, mereka dirawat di rumah sakit dalam keadaan kritis.
"Saya senang bisa melaporkan perkembangan kondisi Yulia Skripal. Dia telah merespons baik pada perawatan, tapi masih terus menerima perawatan ahli selama 24 jam sehari," kata Christine Blanshard, Direktur Medis RS Distrik Salisbury, dikutip CNN pada Kamis (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keyakinan ini muncul setelah tim penyelidik menemukan konsentrasi racun dalam jumlah tinggi di rumah Skripal, terutama di pintu depan. Kepolisian Inggris pun memfokuskan penyelidikan di sekitar rumah Skripal.
"Warga yang tinggal di sekitar rumah Skripal akan melihat sejumlah petugas kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. Namun, kami ingin memastikan bahwa risiko terpapar racun tetap rendah dan penyelidikan ini bersifat pencegahan," kata Wakil Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan London, Dean Haydon, Kamis (29/3).
Haydon mengatakan sebelumnya jejak racun juga ditemukan di beberapa lokasi lain, termasuk restoran di dekat pusat perbelanjaan Salisbury, di mana Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri.
Penyelidikan kasus dugaan peracunan Skripal ini berbuntut panjang dan diangap sebagai yang paling kompleks dilakukan divisi kontraterorisme kepolisian Inggris sejauh ini.
(aal)