Polisi Sita 788 Kilo Kristal Sabu di Perbatasan Thailand

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 16:45 WIB
Polisi Sita 788 Kilo Kristal Sabu di Perbatasan Thailand Ilustrasi sabu. (Thinkstock/kaarsten)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang Thailand menyita dua muatan besar kristal metamfetamina atau sabu dekat perbatasan negara, pekan ini. Peristiwa ini menyoroti peran kerajaan tersebut sebagai jalur peredaran narkotika di Asia Tenggara.

Selasa pagi (3/4), aparat menemukan sekitar 788 kilogram kristal yang merupakan bentuk stimulan paling murni itu di sebuah truk yang terbengkalai di utara provinsi Chiang Rai, jantung dari zona produsen narkotik 'Segitiga Emas'.

Lebih dari sembilan juta tablet metamfetamina juga ditemukan di kantong pupuk yang ada di dalam kendaraan tersebut, tepatnya 100 meter dari tepi sungai Mekong yang memisahkan Thailand dan Laos.


"Kedua tipe narkotik ditemukan di truk pikap yang terbengkalai ... di distrik Wiang Kaen di Chiang Rai," kata seorang pejabat militer yang enggan disebutkan namanya kepada AFP.
Dia mengatakan para penyelundup narkotik melarikan diri ketika aparat mengamankan tiga warga Thailand yang diduga bersiap untuk memindahkan muatan tersebut ke tujuan berikutnya.

Segitiga Emas, wilayah terpencil yang mempertemukan Thailand utara, Myanmar dan Laos, adalah basis kartel yang menghasilkan jumlah besar opium dan sabu untuk diselundupkan ke seluruh penjuru Asia.

Kristal metamfetamina adalah bentuk narkotik lebih kuat yang dihargai sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per gram di Thailand.

Barang haram itu kerap diselundupkan ke arah selatan melalui Thailand, bertujuan ke Malaysia atau bahkan Australia, negara dengan konsumen met kristal per kapita terbesar. Di Negeri Kangguru, harga narkotik itu bisa meroket tajam.
Pil metamfetamina dengan kualitas lebih rendah, Yaba, juga sangat populer di Asia.

Penyitaan truk pekan ini disebut "salah satu yang terbesar" oleh para pejabat. Peristiwa ini terjadi kurang dari sepekan setelah aparat menyita 700 kilogram kristal met di sebuah truk dalam perjalanan di perbatasan selatan Thailand, menuju Malaysia.

Narkotik itu ditemukan pada 28 Maret, di antara buah-buahan yang diangkut truk roda enam di provinsi Chumpon.

"Narkotik itu dikirim lewat Thailand ke Malaysia dan bertujuan ke negara ketiga," kata Soonthorn Chalermkiat dari Biro Pemberantasana Narkotik.
Aparat sudah memecahkan rekor penyitaan yaba dan bentuk metamfetamina lainnya.

Namun, pengamat yang dikutip AFP mengatakan penggerebekan itu tidak berdampak besar pada produksi narkotik.

Korupsi pun membantu melancarkan bisnis yang sangat menguntungkan itu. Sementara, penangkapan bandar besar masih sangat jarang terjadi.

(aal/aal)