Lusinan orang yang berada dalam perahu itu diduga berusaha menyelamatkan diri dari konflik antar etnis yang tengah melanda Myanmar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengungsi Rohingnya tak bisa merapat ke perairan Thailand. Pasalnya sejak tahun 2015 pemerintah Thailand mengetatkan aturan masuk bagi imigran karena banyaknya kasus perdagangan manusia.
Gubernur Provinsi Krabi Kitibodee Pravitra mengonfirmasi hal penemuan perahu pengungsi Rohingya, namun belum mengetahui dengan pasti tujuan awal mereka.
"Ada laporan yang mengatakan bahwa mereka berencana merapat di Koh Lanta karena cuaca buruk di lautan," kata Kitibodee menyebut kawasan ramai turis itu.
"Salah satu dari mereka mengatakan kalau tujuan awalnya ke Malaysia," lanjutnya.
Kitibodee lanjut mengatakan bahwa ada sebanyak 56 orang dalam perahu itu, yang merupakan wanita, pria, sekaligus anak di bawah umur.
Sejak konflik meletus, pengungsi dari Rohingnya mengincar negara Muslim di sekitar Myanmar untuk berlindung, seperti Malaysia dan Indonesia.
Hingga saat ini diperkirakan ada 70 ribu pengungsi Rohingya yang telah sampai di Malaysia untuk mencari suaka.
(ard/ard)