Dilaporkan Reuters pada Rabu (26/4), berpakaian serba hitam, Madsen duduk tak berkutik di pengadilan Copenhagen saat hakim membacakan vonisnya dalam kasus pembunuhan keji ini.
Dia sudah terkenal di Denmark karena menciptakan kapal selam dan berencana mengirim manusia ke luar angkasa dengan roket buatan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita Madsen soal rangkaian peristiwa terkait kasus ini sempat berubah-ubah. Pada akhirnya, dia menyatakan Wall mati lemas karena kebocoran gas.
Kim Wall dibunuh di kapal selam UC3 Nautilus ciptaan Madsen. (AFP Photo/Peter Thompson) |
Hakim Anette Burkoe mengatakan majelisnya mutlak menyatakan Madsen bersalah atas pembunuhan berencana.
Wall adalah wartawan lepas yang karyanya sempat dimuat Majalah Harper, Time, New York Times, Atlantic Magazine, Guardian, Foreign Policy dan South China Morning Post.
Dia mempunyai gelar dari Columbia University, New York, dan London School of Economics. Wall juga pernah menulis topik yang beragam, mulai dari gender dan keadilan sosial hingga budaya pop dan kebijakan luar negeri, menurut profilnya di LinkedIn.
(aal)
Kim Wall dibunuh di kapal selam UC3 Nautilus ciptaan Madsen. (AFP Photo/Peter Thompson)