Pembelot Kirim Botol Berisi Makanan dan Musik K-Pop ke Korut

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 13:52 WIB
Pembelot Kirim Botol Berisi Makanan dan Musik K-Pop ke Korut Ilustrasi. (Reuters/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pembelot mengirimkan botol berisi makanan serta film dan musik K-pop dari Korea Selatan ke Korea Utara.

Salah satu dari para pembelot itu ialah aktivis sekaligus mantan tahanan politik Korut, Jung Gwang-il. Ia mengirimkan botol melalui laut dari Pulau Gangwha.

Botol-botol itu berisi flashdisk berisi "fakta" terkait perkembangan di negaranya, termasuk film, musik, dan video K-pop, serta informasi lainnya yang menunjukkan kehidupan maju dan bebas di Korsel.


Langkah ini dilakukan para pembelot di saat relasi Seoul dan Pyongyang terus membaik, terutama setelah Presiden Korsel, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, bertemu untuk pertama kalinya pada pekan lalu.
Salah satu hasil pertemuan itu adalah kedua negara sepakat untuk melucuti alat propaganda di perbatasan.

Namun, Jung menganggap pertemuan inter-Korea kemarin hanya menunjukkan bahwa Seoul "telah jatuh" dalam permainan Pyongyang.

Menurutnya, warga Korut tetap tidak banyak tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di luar negara mereka.

"Anda tahu apa yang paling dibenci Kim Jong-un? Yang paling dibencinya adalah ketika warga Korut mulai menyadari kenyataan," kata Jung kepada AFP, Rabu (2/5).

"Kami telah hidup di Korut selama 30-40 tahun jadi kami tau persis apa yang dibutuhkan dan diinginkan warga di sana. Ketika warga Korut melihat konten dalam flashdisk-flashdisk itu, mereka akan menyadari bahwa mereka telah diperdaya oleh pemerintah," lanjutnya.
Para pembelot telah mengirimkan ratusan botol berisi informasi, fakta, makanan, hingga obat-obatan ke Korut sebanyak dua kali sebulan dalam beberapa tahun terakhir.

"Informasi itu menunjukkan arti kebebasan yang sebenarnya. Hal-hal yang tidak menjadi masalah di Korsel, tapi dilarang bahkan ditutup-tutupi di Korut. Itu yang ingin kami tunjukkan kepada warga di sana," ujar Jung.

Jung tak tahu pasti botol itu sampai ke tangan warga Korut atau tidak. Namun, sejumlah penjaga perbatasan mengatakan bahwa botol itu biasanya diambil oleh orang dari dalam kapal penangkap ikan Korut.
Berdasarkan survei pada 2015 lalu, 81 persen pembelot Korut telah membaca informasi dan menonton film-film barat dari botol-botol dan alat propaganda lainnya sebelum kabur dari negara terisolasi itu.

Thae Yong-Ho, eks duta besar Korut untuk Inggris yang membelot pada 2016 lalu, menganggap pengiriman flashdisk adalah cara efektif untuk menyebarkan informasi ke Korut. (has)