Tanda Jalan ke Arah Kedutaan AS Mulai Dipasang di Yerusalem

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 07/05/2018 20:35 WIB
Tanda Jalan ke Arah Kedutaan AS Mulai Dipasang di Yerusalem Tanda petunjuk arah Kedutaan Besar Amerika Serikat mulai dipasang di Yerusalem, sepekan sebelum peresmiannya. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya tiga petunjuk jalan ke arah Kedutaan Besar Amerika Serikat telah dipasang di Yerusalem, sepekan menjelang pembukaannya yang rencananya dihadiri Presiden Donald Trump.

Dilansir Reuters, para pekerja memasang petunjuk jalan yang ditulis dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Arab, di selatan gedung konsulat AS yang akan diubah menjadi kedutaan besar, setelah peresmiannya pada 14 Mei mendatang.

Trump mengumumkan rencana pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, Desember lalu. Langkah itu menuai kecaman internasional, termasuk Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).


Melanggar berbagai kesepakatan internasional, yang menyatakan status Yerusalem harus ditentukan dalam dialog perdamaian Israel-Palestina, Trump menyebut bahwa dia memenuhi janji dan legislasi AS beberapa dekade lalu untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Langkah Trump tidak diikuti negara-negara besar di dunia. Hanya Guatemala dan Rumania yang menyebut bakal memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kota YerusalemFoto: REUTERS/Ronen Zvulun
Kota Yerusalem


Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota jika mereka merdeka. Israel mencaplok wilayah itu dari Yordania saat Perang 1967. Aneksasi itu tidak diakui oleh dunia internasional.

"Langkah ini tidak saja ilegal tapi juga menggagalkan pencapaian perdamaian yang adil dan abadi antara dua negara berdaulat dan demokratis dengan perbatasan 1967, Israel dan Palestina hidup berdampingan aman dan damai," kata negosiator Palestina, Saeb Erekat, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.


"Dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota dan pusat pemerintah Israel, kami mengakui kenyataan," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat berkunjung ke Israel pekan lalu.

Petunjuk jalan di Israel kadang-kadang menjadi korban vandalisme politik. Warga Yahudi menghapus bahasa Arab atau sebaliknya warga Arab menghapus bahasa Ibrani.

"Kami tidak menjaga petunjuk jalan kedutaan, tapi tentu saja keamanan di sekitar kedutaan telah ditingkatkan," kata juru bicara polisi Israel. "Ada juga kamera CCTV baru yang dipasang di daerah tersebut. Perimeter dan seluruh gerakan di kawasan itu diawasi dengan ketat," kata dia.

(nat)